sumutpos.jawapos.com – Istilah “bed rotting” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan generasi muda. Tren ini merujuk pada kebiasaan rebahan di tempat tidur dalam waktu lama sambil bermain ponsel, scrolling media sosial, atau menonton konten tanpa henti.
Melansir Instagram @versevoxid, Rabu (18/3/2026), bagi sebagian orang, aktivitas ini dianggap sebagai bentuk self-care sederhana. Setelah menjalani rutinitas yang padat dan melelahkan, rebahan seharian dinilai bisa membantu meredakan stres dan mengisi ulang energi. Tak sedikit yang merasa lebih tenang setelah “menghilang” sejenak dari aktivitas luar.
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak negatif jika dilakukan terlalu sering. Tubuh yang minim gerak berisiko mengalami penurunan kebugaran, sementara paparan konten digital tanpa jeda dapat memicu kelelahan mental.
Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi produktivitas. Waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lain justru habis tanpa disadari. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut bisa memicu rasa bersalah, kecemasan, hingga gangguan pola tidur.
Selain itu, terlalu lama berbaring tanpa aktivitas fisik juga dapat berdampak pada kesehatan tubuh, seperti pegal otot, sirkulasi darah yang kurang lancar, hingga risiko kenaikan berat badan.
Meski begitu, bukan berarti rebahan sepenuhnya buruk. Kuncinya adalah keseimbangan. Mengambil waktu istirahat memang penting, tetapi tetap perlu dibarengi dengan aktivitas fisik ringan, interaksi sosial, dan manajemen waktu yang baik.
Fenomena “bed rotting” pada akhirnya menjadi cerminan gaya hidup modern yang serba cepat namun juga melelahkan. Generasi muda dituntut untuk pintar mengatur batas antara istirahat yang sehat dan kebiasaan pasif yang berlebihan.
Ada yang merasa tren ini relate dengan kehidupan sehari-hari. “Kadang butuh banget rebahan seharian, tapi kalau keseringan malah jadi malas ngapa-ngapain,” tulis seorang warganet.
Sebagian lain mengingatkan agar tidak berlebihan. “Self-care boleh, tapi jangan sampai jadi kebiasaan. Nanti malah makin stres,” komentar pengguna lainnya.
Tak sedikit juga yang mengaku mengalami hal serupa. “Ini realita banget sih, niatnya healing malah jadi overthinking,” ujar netizen.
Ada pula yang mencoba melihat dari sisi seimbang. “Menurutku wajar, asal tahu kapan harus berhenti dan mulai produktif lagi,” tulisnya.
Sementara itu, komentar lain menyoroti efek setelahnya. “Bed rotting itu enak di awal, tapi efeknya bikin nyesel di akhir hari,” ungkap warganet.(lin)
Editor : Redaksi