sumutpos.jawapos.com - Fenomena tak biasa kembali viral di media sosial. Sejumlah video memperlihatkan orang meminum oli kendaraan dengan dalih meningkatkan stamina. Aksi ini menuai kecaman luas, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang langsung memberikan penegasan tegas: tindakan tersebut haram dan berbahaya.
Melansir Instagram @pandemictalks, Minggu (12/4/2026), Sekretaris MUI Sulawesi Selatan, Muammar Bakry, menegaskan bahwa oli bukanlah zat yang diperuntukkan bagi manusia. Ia menyebut, selain tidak memiliki manfaat, konsumsi oli justru berpotensi merusak kesehatan dalam jangka pendek maupun panjang.
“Oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan berdampak pada kesehatan. Hukumnya haram,” tegasnya.
Baca Juga: Pelaku Pencurian di Masjid Ditangkap saat Bersembunyi di Musala
Menurutnya, klaim yang menyebut minum oli dapat meningkatkan stamina adalah anggapan keliru dan menyesatkan. Ia mengingatkan bahwa informasi seperti itu berbahaya jika dipercaya dan ditiru masyarakat luas.
Fenomena ini bermula dari video yang beredar di media sosial, memperlihatkan sejumlah orang meminum oli secara bergiliran, bahkan ada yang melakukannya di tempat umum. Konten tersebut memicu beragam reaksi, mulai dari keprihatinan hingga kecaman karena dinilai membahayakan.
MUI menilai, selain aspek kesehatan, tindakan tersebut juga bermasalah dari sisi etika. Apalagi, dalam beberapa video, pelaku terlihat mengenakan atribut keagamaan, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi keliru seolah tindakan itu dibenarkan dalam ajaran Islam.
Baca Juga: Gudang Ekspedisi Terbakar, Dua Truk dan Forklift Jadi Rongsokan
“Karena viral, jangan sampai ini dianggap pembelajaran yang benar. Ini berbahaya jika ditiru,” ujarnya.
Di media sosial, aksi ini langsung disambut gelombang komentar dari netizen yang mayoritas menyayangkan sekaligus mengkritik keras konten tersebut.
Di media sosial, warganet ramai-ramai menyoroti bahaya tren tersebut.
“Ini bukan konten lucu, ini konten membahayakan. Jangan sampai ditiru anak-anak,” tulis seorang netizen.
Komentar lain juga menyinggung kurangnya edukasi dalam pembuatan konten viral.
“Demi viral sampai segitunya? Kesehatan dipertaruhkan, yang nonton juga bisa ikut-ikutan,” tulis pengguna lainnya.
Baca Juga: Mahasiswa Unpab Raih Sembilan Medali Kejuaraan Pencak Silat PSHT Sumut Championship 2026
Tak sedikit pula yang mengaitkan dengan pentingnya literasi digital.
“Harusnya platform juga tegas, konten begini jangan sampai lolos dan jadi tren,” komentar netizen lain.
Sebagian netizen bahkan mempertanyakan motif di balik aksi tersebut.
“Ini beneran diminum atau cuma settingan? Kalau pun settingan tetap berbahaya,” tulis komentar lainnya.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua tren di media sosial layak diikuti. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat dituntut lebih bijak dalam menyaring konten, terutama yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.(lin)
Editor : Redaksi