Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Taman Bercahaya Tanpa Listrik, Inovasi Ilmuwan China untuk Terangi Kota Masa Depan

Redaksi • Rabu, 15 April 2026 | 17:07 WIB
 Ilmuwan di China berhasil mengembangkan tanaman yang mampu bersinar dalam gelap tanpa membutuhkan listrik. (Instagram @pandemictalks)
Ilmuwan di China berhasil mengembangkan tanaman yang mampu bersinar dalam gelap tanpa membutuhkan listrik. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com – Bayangkan berjalan di taman kota pada malam hari tanpa lampu listrik, tetapi tetap terang oleh cahaya alami dari tanaman. Bukan sekadar imajinasi, inovasi ini kini mulai menjadi kenyataan.

Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (15/4/2026), Ilmuwan di China berhasil mengembangkan tanaman yang mampu bersinar dalam gelap tanpa membutuhkan listrik. Teknologi ini disebut sebagai solusi ramah lingkungan untuk pencahayaan kota sekaligus mempercantik lanskap malam hari. 

Tanaman bercahaya ini diciptakan melalui teknologi penyuntikan gen atau gen editing. Para peneliti menggabungkan gen penghasil cahaya dari kunang-kunang dan jamur bercahaya ke dalam sel tanaman.

Hasilnya, tanaman mampu memancarkan cahaya lembut secara alami di malam hari tanpa energi tambahan.

Baca Juga: Bangun Sinergi Lintas Sektor, Camat Tebing Tinggi Kota Gandeng MUI Tingkatkan Pelayanan Publik

Sejauh ini, lebih dari 20 spesies tanaman telah berhasil direkayasa, mulai dari bunga matahari, anggrek, hingga krisan. 

Inovasi ini diperkenalkan dalam ajang Zhongguancun Forum 2026 di Beijing—forum tahunan yang dikenal sebagai pusat inovasi teknologi dan sains.

Wilayah Zhongguancun sendiri sering dijuluki “Silicon Valley”-nya Cina karena menjadi pusat perkembangan teknologi progresif.

Salah satu pengembang teknologi ini, Li Renhan, mengaku terinspirasi dari masa kecilnya di pedesaan.

Ia terbiasa melihat kunang-kunang di malam hari karena keterbatasan listrik. Pengalaman itu mendorongnya menciptakan tanaman yang bisa “menyala” secara alami.

Baca Juga: Kepsek SD di Kampung Rakyat Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan, Polisi Selidiki Penyebab

“Bayangkan lembah penuh tanaman bercahaya, seperti dunia dalam film Avatar,” ujarnya. 

Selain unik, inovasi ini dinilai berpotensi besar dalam mendukung kota berkelanjutan. Tanaman bercahaya hanya membutuhkan udara dan pupuk untuk bertahan hidup, tanpa konsumsi.

Tak hanya untuk penerangan, tanaman ini juga membuka peluang baru di sektor pariwisata. Lanskap kota atau taman yang “hidup” di malam hari bisa menjadi daya tarik wisata yang unik.

Jika dikembangkan secara luas, bukan tidak mungkin kota-kota di masa depan akan mengandalkan cahaya alami dari tanaman, bukan lagi lampu jalan konvensional.

Baca Juga: 26 Pegawai Lapas Binjai Naik Pangkat, Dorong Profesionalisme dan Integritas

Fenomena ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. “Kalau ini jadi, listrik bisa lebih hemat banget sih," tulis netizen.

“Estetik banget, kayak dunia avatar beneran!," tambah netizen lain.

“Indonesia kapan punya teknologi kayak gini?" timpal netizen lainnya.(lin)

Editor : Redaksi
#Tanaman Bercahaya #Teknologi Hijau #Inovasi Cina #Kota Masa Depan #energi terbarukan