Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jutaan Penganggur Masih Jadi PR, Pemerintah Dorong Anak Muda Jadi Pencipta Kerja

Redaksi • Rabu, 6 Mei 2026 | 20:02 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor. (Instagram @pandemictalks)
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Di tengah geliat ekonomi yang terus bergerak, persoalan klasik ketenagakerjaan di Indonesia belum sepenuhnya terurai. Jutaan orang masih berada di luar pasar kerja, sementara sebagian besar lainnya bertahan di sektor informal yang rentan dan minim perlindungan.

Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (6/5/2026), situasi ini menjadi sorotan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor yang secara terbuka mendorong generasi muda mengambil peran lebih aktif, bukan sekadar mencari kerja, tetapi menciptakan lapangan kerja baru.

Pemerintah mencatat struktur ketenagakerjaan nasional masih didominasi sektor informal. Dari total angkatan kerja, lebih dari 155 juta orang berada di sektor ini, sementara jutaan lainnya belum terserap secara optimal.

Kondisi tersebut mencerminkan dua hal sekaligus: besarnya potensi tenaga kerja, namun juga lemahnya penyerapan di sektor formal yang lebih stabil dan produktif.

Baca Juga: Rumah Singgah YBM PLN Ringankan Safrida Jalani Pengobatan

“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angka statistik,” ujar Afriansyah, menekankan pentingnya aksi nyata dalam menghadapi persoalan pengangguran.

Di balik angka pengangguran, terdapat persoalan struktural yang tak kalah krusial: kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Banyak lulusan belum sepenuhnya siap memasuki dunia kerja yang semakin dinamis, terutama di era digital. Hal ini berdampak langsung pada rendahnya tingkat serapan tenaga kerja.

Pemerintah menilai transformasi sumber daya manusia menjadi kunci. Pendidikan, pelatihan, hingga peningkatan keterampilan harus selaras dengan kebutuhan pasar agar tenaga kerja lebih adaptif dan kompetitif.

Dalam lanskap ekonomi yang terus berubah, generasi muda dipandang sebagai aktor strategis. Mereka dinilai memiliki keunggulan dalam inovasi, teknologi, dan kreativitas, modal utama untuk membuka peluang usaha baru.

Baca Juga: Patroli Gabungan Tengah Malam di Belawan, Polisi Tekan Potensi Premanisme hingga Tawuran

Afriansyah menekankan, pola pikir harus bergeser, dari “job seeker” menjadi “job creator”.

Melalui kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital, serta inovasi di berbagai sektor, anak muda berpotensi menjadi penggerak ekonomi sekaligus solusi atas tingginya angka pengangguran.
 
Dorongan kepada generasi muda bukan tanpa alasan. Di tengah keterbatasan lapangan kerja formal, kewirausahaan menjadi salah satu jalan realistis untuk menyerap tenaga kerja secara mandiri.

Namun, tantangan tetap ada,cmulai dari akses permodalan, literasi bisnis, hingga keberlanjutan usaha.

Di titik inilah kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi krusial. Sebab, menciptakan lapangan kerja bukan hanya tugas individu, tetapi bagian dari upaya kolektif membangun ekonomi yang lebih kuat.

Baca Juga: MTQN Kota Pematangsiantar Diikuti 371 Peserta

Di media sosial, pernyataan Wamenaker ini langsung memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian menyambut positif, namun tak sedikit pula yang mengkritisi realitas di lapangan.

“Setuju anak muda harus kreatif, tapi akses modalnya gimana? Pinjaman aja susah,” tulis seorang pengguna.

Komentar lain menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menciptakan ekosistem yang mendukung. “Bukan cuma disuruh jadi pengusaha, tapidibimbing dari nol sampai bisa jalan,” ujar netizen lain.

Ada juga yang menyinggung soal relevansi pendidikan dengan dunia kerja. “Lulusan banyak, tapi lowongan nggak sesuai. Akhirnya ya nganggur atau kerja serabutan,” kata netizen lagi.

Di tengah suara publik yang beragam, isu pengangguran tetap menjadi pekerjaan rumah besar, yang penyelesaiannya menuntut langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan.(lin)

Editor : Redaksi
#lapangan kerja #wirausaha #pengangguran #anak muda indonesia #ekonomi indonesia