Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dari Limbah ke Laboratorium: Ketika Rambut Jagung Disulap Jadi Sunscreen Ramah Anak

Redaksi • Rabu, 6 Mei 2026 | 22:44 WIB
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Rosalina Ariesta Laeliocattleya, berhasil mengembangkan tabir surya berbahan dasar limbah rambut jagung. (Instagram @pandemictalks)
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Rosalina Ariesta Laeliocattleya, berhasil mengembangkan tabir surya berbahan dasar limbah rambut jagung. (Instagram @pandemictalks)

sumutpos.jawapos.com - Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan kulit sejak dini, sebuah terobosan datang dari dunia kampus. Bukan dari bahan kimia mahal, melainkan dari sesuatu yang selama ini kerap terbuang, yakni rambut jagung.

Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (6/5/2026), seorang dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Rosalina Ariesta Laeliocattleya, berhasil mengembangkan tabir surya berbahan dasar limbah rambut jagung yang aman untuk anak-anak. Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana riset akademik mampu menjawab persoalan lingkungan sekaligus kebutuhan industri.

Rambut jagung selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi. Padahal, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan potensi besar. Ide penelitian ini muncul saat tim mencoba mencari bahan alami yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Portibi Jadi Tuan Rumah MTQ ke-XIV, Semangat Qur’ani Menggema dari Gumarupu

Dari proses riset, ditemukan bahwa rambut jagung memiliki pigmen alami yang berperan penting dalam menangkal paparan sinar ultraviolet (UV). Pigmen tersebut diduga mampu menyerap atau menghambat radiasi UV, sehingga berpotensi menjadi bahan aktif dalam sunscreen.

Lebih jauh, penelitian menunjukkan bahwa rambut jagung memiliki sifat fotoprotektif yang cukup tinggi, sebuah karakteristik penting dalam produk pelindung kulit.

Produk sunscreen ini kemudian dikembangkan dalam bentuk yang lebih aplikatif dengan nama Hi-To-Go Sun Protector. Formulanya memadukan ekstrak rambut jagung (zea mays silk extract) dengan minyak atsiri serta lavandula hybrida oil.

Hasilnya, tabir surya ini mampu memberikan perlindungan hingga SPF 50 dengan PA++, yang efektif melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.

Baca Juga: Minibus Terjun ke Sungai di Sergai, Dua Nyawa Melayang 

Tak hanya melindungi, produk ini juga dirancang untuk menjaga kelembapan kulit dan memberikan sensasi nyaman melalui aroma lavender. Bentuknya pun dibuat spray agar mudah digunakan oleh anak-anak yang aktif.

Menariknya, inovasi ini tidak berhenti di laboratorium. Produk tersebut telah memasuki tahap produksi massal melalui kerja sama dengan PT Cedefindo yang berada di bawah Martha Tilaar Group.

Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana riset kampus dapat dihilirisasi menjadi produk nyata yang siap bersaing di pasar. Selain itu, keterlibatan petani dalam penyediaan bahan baku membuka peluang ekonomi baru dari limbah pertanian yang sebelumnya tidak bernilai.

Baca Juga: KBRI Tindaklanjuti Jenazah Warga Binjai di Kamboja, Keluarga Terbentur Biaya Pemulangan

Lebih dari sekadar produk kecantikan, inovasi ini menjadi simbol transformasi, dari limbah menjadi komoditas bernilai tinggi. Di tengah tren global yang mengarah pada produk ramah lingkungan, pemanfaatan bahan lokal seperti rambut jagung bisa menjadi keunggulan Indonesia.

Penelitian lanjutan bahkan tengah dilakukan untuk mengeksplorasi potensi rambut jagung di bidang lain, mulai dari minuman herbal hingga agen kesehatan.

Inovasi ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menyambutnya dengan antusias, mengapresiasi kreativitas anak bangsa dalam memanfaatkan limbah.

“Keren banget, dari yang biasanya dibuang malah jadi produk skincare. Indonesia emang kaya bahan alami!” tulis seorang netizen.

Baca Juga: KBRI Tindaklanjuti Jenazah Warga Binjai di Kamboja, Keluarga Terbentur Biaya Pemulangan

Komentar lain menyoroti aspek ramah anak yang dinilai sangat penting di tengah maraknya produk berbahan kimia.
“Kalau benar aman buat anak, ini bisa jadi solusi buat orang tua yang khawatir sunscreen pasaran.”

Namun, tak sedikit pula yang masih menyimpan rasa penasaran, terutama terkait keamanan dan uji klinis produk.
“Menarik sih, tapi semoga sudah lolos uji BPOM dan benar-benar aman dipakai jangka panjang.”

Sebagian warganet juga melihat peluang ekonomi dari inovasi ini.
“Kalau ini dikembangkan serius, petani jagung bisa dapat penghasilan tambahan dari limbahnya.”

Di sisi lain, ada juga komentar ringan yang mencerminkan keunikan bahan yang digunakan.
“Baru tahu rambut jagung bisa jadi sunscreen, kirain cuma buat direbus jadi teh.”(lin)

Editor : Redaksi
#Inovasi Anak Bangsa #Sunscreen Alami #Rambut Jagung #Skincare Anak #Produk Lokal