sumutpos.jawapos.com - Italia kembali menjadi sorotan dunia setelah resmi menerapkan kebijakan yang memungkinkan karyawan mengambil cuti kerja berbayar untuk merawat hewan peliharaan yang sakit. Kebijakan tersebut menjadikan Italia sebagai negara pertama yang memberikan pengakuan khusus terhadap kebutuhan pemilik hewan dalam dunia ketenagakerjaan.
Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (1/6/2026), melalui aturan tersebut, pekerja dapat mengambil cuti hingga tiga hari dalam setahun untuk merawat hewan kesayangan mereka. Kebijakan ini lahir dari perubahan pandangan sosial yang menempatkan hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga.
Langkah tersebut berawal dari kasus seorang pekerja di Italia pada 2017 yang memperjuangkan hak untuk merawat anjingnya yang sakit. Setelah melalui proses hukum, pekerja tersebut memenangkan gugatan dan menjadi inspirasi bagi lahirnya kebijakan yang kini berlaku lebih luas.
Baca Juga: Ditertawakan dan Jual Rumah Demi Riset, Ilmuwan Asal Demak Tolak Tawaran Triliunan dari Timur Tengah
Untuk mencegah penyalahgunaan, pemerintah mewajibkan pemilik hewan melampirkan surat keterangan dokter hewan serta data identitas resmi seperti microchip. Dengan demikian, cuti hanya dapat digunakan untuk kondisi yang benar-benar membutuhkan perawatan.
Pemerhati kesejahteraan hewan menilai aturan ini dapat mengurangi angka penelantaran hewan saat sakit dan mendorong pemilik lebih bertanggung jawab terhadap peliharaan mereka.
Kabar tersebut pun ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen mendukung kebijakan itu dan berharap negara lain dapat mengadopsi aturan serupa.
"Kalau anabul sakit, pikiran di kantor pasti tidak tenang. Kebijakan seperti ini sangat manusiawi," tulis seorang pengguna media sosial.
Netizen lain berkomentar, "Bagi sebagian orang, kucing atau anjing bukan sekadar peliharaan, tapi sudah seperti anak sendiri. Wajar kalau diberi waktu untuk merawatnya."
Ada pula yang menilai kebijakan tersebut menunjukkan perkembangan cara pandang masyarakat modern terhadap kesejahteraan hewan.
"Italia selangkah lebih maju. Mereka mengakui bahwa ikatan emosional antara manusia dan hewan itu nyata," tulis netizen lainnya.
Meski demikian, sejumlah pengguna internet juga mengingatkan pentingnya pengawasan agar aturan tidak disalahgunakan.
Baca Juga: Polsek Aek Natas Ringkus Pengedar Sabu di Kebun Sawit, Sita 7,40 Gram Narkotika
"Setuju, asalkan ada verifikasi yang jelas dari dokter hewan supaya tidak dijadikan alasan bolos kerja," komentar seorang netizen.
Sementara itu, sebagian netizen Indonesia bercanda dengan membandingkan kebijakan tersebut dengan kondisi di dalam negeri.
"Di sini izin karena kucing sakit mungkin masih dianggap alasan yang mengada-ada," tulis seorang pengguna disertai emoji tertawa.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kebijakan Italia dinilai membuka babak baru dalam dunia ketenagakerjaan. Tidak hanya memperhatikan kesejahteraan pekerja, tetapi juga memberikan ruang bagi kepedulian terhadap hewan peliharaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak keluarga.(lin)
Editor : Redaksi