sumutpos.jawapos.co - Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya produk ramah lingkungan, dua pengusaha asal Meksiko berhasil menghadirkan terobosan yang menarik perhatian dunia. Mereka mengembangkan kulit sintetis berbahan dasar kaktus yang digadang-gadang menjadi alternatif berkelanjutan pengganti kulit hewan.
Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (17/6/2026), inovasi tersebut bernama Desserto, material berbasis tanaman yang diciptakan oleh Adrián López Velarde dan Marte Cázarez. Berbeda dengan kulit sintetis konvensional yang umumnya menggunakan bahan berbasis plastik, Desserto memanfaatkan daun kaktus nopal sebagai bahan utama.
Keunggulan lainnya, proses panen dilakukan tanpa merusak tanaman. Daun kaktus yang telah cukup umur dipotong, sementara tanaman tetap dapat tumbuh dan menghasilkan daun baru. Metode ini membuat proses produksinya dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pj Sekda Nias Selatan Hadiri Paripurna DPRD, Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Setelah dipanen, daun kaktus diolah melalui serangkaian proses hingga menghasilkan material yang memiliki tekstur dan tampilan menyerupai kulit asli. Material tersebut kemudian dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari tas, dompet, sepatu, pakaian, hingga pelapis interior kendaraan.
Desserto juga diklaim memiliki daya tahan yang cukup tinggi. Pengembangnya menyebut material ini mampu bertahan hingga sekitar 10 tahun penggunaan, sehingga tidak hanya menawarkan nilai keberlanjutan tetapi juga kualitas yang kompetitif dibandingkan bahan sejenis.
Kehadiran kulit berbahan kaktus menjadi salah satu jawaban atas kritik terhadap industri kulit konvensional yang selama ini dinilai memiliki jejak lingkungan cukup besar. Selain melibatkan peternakan hewan, proses penyamakan kulit juga membutuhkan banyak air dan bahan kimia yang berpotensi mencemari lingkungan.
Baca Juga: ASUS ROG Luncurkan ROG Zephyrus Duo di Indonesia, Laptop Gaming Dual-Screen OLED Pertama di Dunia
Di sisi lain, penggunaan kulit sintetis berbahan plastik juga menuai sorotan karena berkontribusi terhadap limbah mikroplastik. Karena itu, material berbasis tumbuhan seperti Desserto mulai dilirik sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan.
Sejumlah merek fashion dan produsen produk gaya hidup global pun mulai mengeksplorasi penggunaan material alternatif ini. Selain membantu mengurangi ketergantungan pada kulit hewan, penggunaan bahan berbasis tanaman dinilai sejalan dengan tren keberlanjutan yang semakin berkembang di berbagai negara.
Di media sosial, inovasi tersebut mendapat beragam respons dari netizen. Banyak yang mengapresiasi kreativitas dalam memanfaatkan tanaman kaktus menjadi produk bernilai tinggi.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Bakar Ban di Depan Kodim 0201/Medan, Desak TNI Kembali ke Barak
“Kalau kualitasnya bagus dan tahan lama, ini bisa jadi masa depan industri fashion,” tulis seorang warganet.
Komentar lain menyebut inovasi tersebut sebagai contoh bagaimana teknologi dapat membantu menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan fungsi dan estetika.
Meski demikian, ada pula netizen yang berharap harga produk berbahan kulit kaktus dapat semakin terjangkau sehingga penggunaannya bisa lebih luas di berbagai kalangan.
Terlepas dari berbagai tanggapan tersebut, Desserto menunjukkan bahwa bahan-bahan alami yang selama ini dianggap sederhana ternyata memiliki potensi besar untuk mendukung industri yang lebih berkelanjutan di masa depan.(lin)
Editor : Redaksi