sumutpos.jawapos.com – Sebuah pusat perbelanjaan di Kota Ningbo, Tiongkok bagian timur, menghadirkan pengalaman yang tak biasa dengan mengubah atriumnya menjadi hamparan sawah mini. Ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti kompetisi menanam padi di dalam ruangan yang menghadirkan nuansa pertanian di tengah hiruk-pikuk kota.
Melansir Instragram @pandemictalks, Jumat (26/6/2026), lebih dari 1.000 peserta ambil bagian dalam lomba unik tersebut. Kegiatan ini terinspirasi dari acara realitas bertema pertanian yang tengah populer di Tiongkok, Become a Farmer. Demi menciptakan suasana yang autentik, panitia mendatangkan sekitar 5.000 bibit padi dan 40 ton tanah ke dalam area mal.
Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang menanam bibit padi dengan teknik yang benar dalam waktu yang telah ditentukan. Penilaian tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga ketepatan cara menanam. Persaingan berlangsung ketat karena hanya satu dari sepuluh peserta yang berhak melaju ke babak berikutnya.
Bagi banyak peserta, acara ini bukan sekadar perlombaan, melainkan kesempatan mengenalkan kembali budaya agraris kepada generasi muda yang tumbuh di lingkungan perkotaan.
Salah seorang peserta yang datang dari Suzhou mengaku sengaja membawa anak-anaknya agar mereka bisa merasakan pengalaman yang selama ini hanya mereka lihat di televisi atau buku pelajaran.
"Ini pertama kalinya saya menyadari bahwa kegiatan menanam padi bisa dibawa masuk ke dalam pusat perbelanjaan. Anak-anak seusia mereka belum pernah mengalaminya dan bahkan tidak tahu dari mana beras yang mereka makan berasal," ujarnya.
Baca Juga: Ini Nama 14 PJU Polda Sumut yang Dimutasi
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai proses produksi pangan, sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang kebutuhan hidup sehari-hari.
Di media sosial, acara ini sempat menuai perdebatan. Sejumlah warganet mempertanyakan apakah ribuan bibit padi yang digunakan akan terbuang percuma setelah kompetisi selesai.
Menanggapi hal tersebut, panitia memastikan seluruh bibit tidak akan disia-siakan. Setelah acara berakhir, seluruh bibit akan dipindahkan ke lahan pertanian untuk ditanam sebagaimana mestinya.
Panitia menegaskan tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat perkotaan mengenai proses bercocok tanam dan pentingnya ketahanan pangan.
Baca Juga: Sambut Libur Sekolah, PELNI Medan Berikan Diskon Tiket Kapal 30 Persen hingga 15 Agustus 2026
Melalui konsep yang memadukan edukasi dan rekreasi, kompetisi ini diharapkan mampu menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap kerja keras para petani sekaligus mempererat hubungan generasi muda dengan akar budaya agraris yang menjadi bagian penting dari sejarah Tiongkok.(lin)
Editor : Redaksi