Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kisah Inspiratif dari Aceh, Warga Bener Meriah Urunan Rp1,08 Miliar Pulihkan Akses Jembatan

Redaksi • Kamis, 9 Juli 2026 | 06:30 WIB
Warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh berhasil mengumpulkan dana swadaya sebesar Rp1,08 miliar untuk bangun jembatan. (Instagram @cretivox)
Warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh berhasil mengumpulkan dana swadaya sebesar Rp1,08 miliar untuk bangun jembatan. (Instagram @cretivox)

 

sumutpos.jawapos.com - Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Merasa tidak bisa terus menunggu pembangunan jembatan permanen yang baru direncanakan pemerintah pada 2027, masyarakat memilih bergerak bersama memperbaiki akses vital yang rusak akibat bencana.

Melansir Instagram @cretivox, Rabu (8/7/2026), Jembatan Enang-Enang yang hancur setelah diterjang longsor pada November 2025, kini kembali dapat digunakan setelah warga berhasil mengumpulkan dana swadaya sebesar Rp1,08 miliar.

Perbaikan jembatan tersebut menjadi bukti kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari. Akses yang sempat terganggu berdampak pada aktivitas warga, mulai dari mobilitas ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan sosial lainnya.

Peresmian jembatan dilakukan pada 2 Juli 2026 melalui doa bersama yang dipimpin ulama kharismatik Aceh, Abiya Jeunieb. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Sahrial Abadi sebagai sosok yang mendorong gerakan pengumpulan dana swadaya masyarakat.

Baca Juga: Biaya Haji 2027 Rp107 Jutaan, CJH Cukup Bayar Rp42 Jutaan

Di balik pembangunan tersebut, warga juga menaruh perhatian besar terhadap transparansi pengelolaan dana. Sahrial Abadi memastikan seluruh penggunaan anggaran swadaya akan dipublikasikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui setiap proses pengelolaannya.

Menurutnya, keterbukaan menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan warga yang telah ikut berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.

Meski sudah kembali berdiri, jembatan hasil swadaya masyarakat ini masih memiliki keterbatasan. Infrastruktur tersebut belum mampu menahan beban kendaraan berat seperti truk bermuatan besar. Warga tetap berharap pembangunan jembatan permanen yang direncanakan pemerintah dapat segera diwujudkan.

Kisah warga Bener Meriah ini kemudian ramai mendapat perhatian publik di media sosial. Banyak netizen mengapresiasi inisiatif masyarakat yang memilih bergotong royong daripada hanya menunggu proses pembangunan.

Baca Juga: Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Rp107,3 Juta, Jamaah Cukup Bayar Sekitar Rp42 Juta

Sejumlah komentar warganet menilai aksi tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat di tengah keterbatasan.

“Salut dengan kekompakan warga. Kalau masyarakat bersatu, banyak hal yang bisa diwujudkan,” tulis salah satu netizen.

Komentar lain menyebut pembangunan tersebut menjadi pengingat pentingnya kehadiran infrastruktur yang cepat bagi masyarakat.

“Semoga pemerintah juga melihat perjuangan warga dan segera membangun jembatan permanen yang lebih kuat,” ujar pengguna media sosial lainnya.

Ada pula yang menyoroti komitmen transparansi dalam pengelolaan dana swadaya.

“Yang paling penting bukan hanya membangun, tapi menjaga kepercayaan. Transparansi seperti ini patut diapresiasi,” komentar seorang warganet.

Perbaikan Jembatan Enang-Enang akhirnya menjadi lebih dari sekadar pembangunan fisik. Ini menjadi cerita tentang kepedulian, kebersamaan, dan kekuatan masyarakat dalam menghadapi persoalan bersama. Ketika akses kehidupan terancam terputus, semangat gotong royong mampu menjadi jalan keluar yang lahir dari tangan warga sendiri.(lin)

Editor : Redaksi
#Jembatan Enang Enang #Swadaya Masyarakat #gotong royong #bener meriah #aceh