Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Lampung Patungan Cor Jalan Rusak

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:00 WIB
Warga Lampung melakukan pengecoran jalan secara swadaya. (Instagram @cretivox)
Warga Lampung melakukan pengecoran jalan secara swadaya. (Instagram @cretivox)

 

sumutpos.jawapos.com - Kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki membuat sejumlah warga di Lampung mengambil inisiatif sendiri. Mereka memilih bergotong royong mengumpulkan dana dan melakukan pengecoran jalan secara swadaya agar akses masyarakat kembali aman untuk dilalui.

Melansir Instagram @cretivox, Jumat (24/7/2026), aksi tersebut dilakukan karena jalan yang menjadi jalur aktivitas sehari-hari warga mengalami kerusakan dan dinilai mengganggu mobilitas. Lubang serta permukaan jalan yang tidak layak membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati, terutama pengendara sepeda motor dan kendaraan pengangkut kebutuhan warga.

Dengan semangat kebersamaan, warga kemudian patungan membeli material dan memperbaiki bagian jalan yang rusak. Bagi mereka, perbaikan tersebut menjadi solusi sementara agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat tidak semakin terganggu.

Baca Juga: Honor Belum Dibayarkan Sejak 2022, Postingan Inul Daratista Curi Perhatian

Namun, setelah aksi gotong royong itu dilakukan, muncul reaksi berbeda dari sebagian warga. Sejumlah masyarakat menyuarakan ajakan untuk tidak membayar pajak sebagai bentuk kekecewaan. Mereka menilai fasilitas umum seperti jalan merupakan tanggung jawab pemerintah yang seharusnya mendapat perhatian melalui anggaran negara.

Ungkapan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian netizen mengapresiasi kepedulian warga yang mau turun tangan memperbaiki lingkungan, sementara lainnya menilai persoalan tersebut seharusnya menjadi evaluasi bagi pemerintah dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan merata.

"Kalau masyarakat sampai turun tangan memperbaiki jalan sendiri, berarti ada persoalan yang harus segera diperhatikan," tulis salah satu komentar netizen.

Baca Juga: Arsitek dan Konsultan Pengawas Kompak Sebut Proyek Waterfront City Samosir Tuntas, Tim PH Apresiasi Hakim

Netizen lain juga menyampaikan bahwa aksi swadaya warga menunjukkan kuatnya budaya gotong royong, tetapi berharap pemerintah tetap hadir sebagai pihak yang bertanggung jawab menyediakan fasilitas publik yang layak.

"Gotong royong itu bagus, tapi jangan sampai masyarakat terus-terusan menanggung beban yang seharusnya menjadi kewajiban pemerintah," komentar pengguna lain.

Menanggapi viralnya kabar tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan akan menindaklanjuti laporan terkait kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat. Pemerintah juga mengimbau warga agar tetap menjalankan kewajiban membayar pajak sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Wesly Silalahi: Hak Anak Harus Dipenuhi, Masa Depan Bangsa Ditentukan dari Cara Kita Memperlakukan Mereka

Polemik jalan rusak di Lampung kembali membuka diskusi tentang pentingnya pengelolaan anggaran publik, kualitas pembangunan infrastruktur, serta hubungan antara kewajiban masyarakat dan pelayanan yang diberikan pemerintah.

Bagi warga, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan bagian penting dari kehidupan sehari-hari yang menentukan kelancaran aktivitas mereka.(lin)

Editor : Redaksi
infrastruktur Warga Gotong Royong pajak lampung jalan rusak