Pengangguran Indonesia Turun ke 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:04 WIB
Ilustrasi pengangguran. (Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi pengangguran. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia pada Mei 2026 berada di angka 4,65 persen. Capaian ini menjadi tingkat pengangguran terendah sejak 1994.

Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (7/8/2026), Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menyampaikan jumlah penduduk yang masih menganggur pada Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang. Angka tersebut turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan periode Februari 2026.

Berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki tercatat sebesar 4,85 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang berada pada angka 4,32 persen.

Baca Juga: Dugaan Penyimpangan Anggaran DPPKB3A Memanas, GEMPUR Palas Desak Kejari dan Inspektorat Bertindak

Menurut Edy, penurunan angka pengangguran tersebut tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan satu program tertentu, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KMP). Namun, terdapat sejumlah sektor usaha yang mengalami pertumbuhan dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Salah satunya terlihat dari peningkatan tenaga kerja pada sektor penyediaan makanan dan minuman. Jadi kalau secara langsung apakah dampak dari MBG atau KMP mungkin tidak bisa dilihat secara langsung, tetapi kita bisa melihat adanya peningkatan tenaga kerja pada sektor-sektor tertentu,” ujar Edy.

Sektor penyediaan makanan dan minuman menjadi salah satu bidang yang mengalami perkembangan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Pertumbuhan sektor ini turut membuka peluang kerja baru, baik dalam skala usaha besar maupun usaha mikro dan kecil.

Baca Juga: Mbah Topo dan Becak Pustaka, 80 Tahun Mengayuh Harapan Lewat Buku

Meski demikian, BPS menilai penurunan pengangguran merupakan hasil dari berbagai faktor, mulai dari pemulihan aktivitas ekonomi, peningkatan produksi sejumlah sektor usaha, hingga bertambahnya kesempatan kerja di berbagai bidang.

Capaian TPT 4,65 persen juga mencerminkan tren perbaikan dibandingkan masa pandemi Covid-19, ketika tekanan terhadap pasar tenaga kerja meningkat akibat perlambatan ekonomi dan pembatasan aktivitas masyarakat.

Pemerintah masih menghadapi tantangan untuk memastikan pertumbuhan lapangan kerja berjalan berkelanjutan, terutama dalam menciptakan pekerjaan yang produktif, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta memperluas kesempatan kerja bagi kelompok usia muda.

Baca Juga: Mbah Topo dan Becak Pustaka, 80 Tahun Mengayuh Harapan Lewat Buku

Dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar, pemerintah perlu terus mendorong investasi, penguatan industri, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta peningkatan keterampilan tenaga kerja agar penurunan pengangguran tidak hanya menjadi capaian statistik, tetapi juga berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.(lin)

Editor : Redaksi
LapanganKerja pengangguran tenaga kerja bps ekonomi indonesia