Dengan nada berseloroh, Gubernur Edy Rahmayadi mengaku sudah hampir lupa untuk melantik kedua kepala daerah tersebut. "Wali Kota Siantar dan Wali Kota Tanjungbalai, saya hampir lupa melantiknya ini. Karena dari awal beliau ini, ada persoalan di Pilkada tahun 2020," sebut Edy.
Waris dan Susanti, dilantik menjadi Wali Kota definitif karena, Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial ditangkap KPK karena kasus korupsi. Sedangkan, Wali Kota Pematangsiantar terpilih, Asner Silalahi, meninggal dunia. "Ada persoalan untuk Siantar, ada kehendak yang lain, Wali Kota terpilih meninggal dunia. Di Tanjungbalai persoalan hukum," sebut mantan Pangkostrad itu.
Edy meminta kepada kedua wali kota yang baru dilantik untuk dapat bekerja mengelola pemerintahan di Kota Tanjungbalai dan Pematangsiantar dengan baik. Demi kesejahteraan masyarakatnya. "Pastinya, suatu tata kelola pemerintahan terganggu sudah biasa. Tapi, saya sudah bicara Kajari dan Kapolres. Memohon dampingi. Kelola pemerintahan tidak semudah seperti dengan pengelolaan organisasi yang lain. Saya pernah di organisasi yang lain. APBD itu, anda yang tahu," ujar Edy.
Pelantikan dihadiri antara lain Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani, dan Sekdaprov Sumut, Arif Sudarto Trinugroho, serta Forkompinda Tanjungbalai dan Pematangsiantar. (gus) Editor : Redaksi