Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lebih Sedikit Server, Performa Lebih Tinggi: Logika Baru Data Center Modern

T
Penulis: Triadi Wibowo❯
Lebih Sedikit Server, Performa Lebih Tinggi: Logika Baru Data Center Modern
Lebih Sedikit Server, Performa Lebih Tinggi: Logika Baru Data Center Modern

Advertisement

 

JAKARTA, SUMUTPOS - Pertumbuhan bisnis di Asia Pasifik memasuki fase baru. Peningkatan kebutuhan data, otomatisasi proses, dan kemajuan kecerdasan buatan (AI) turut mendefinisikan ulang cara perusahaan bersaing dan beroperasi. 

Dalam kondisi ini, komputasi tidak lagi sekadar menjadi dukungan teknis, tetapi telah menjadi faktor strategis yang berkaitan langsung dengan produktivitas dan kapasitas pertumbuhan.

Advertisement

Adopsi AI, analitik tingkat lanjut, dan otomatisasi yang terus meningkat turut mendorong tuntutan terhadap infrastruktur teknologi perusahaan. Seiring model dan beban kerja yang semakin kompleks, organisasi membutuhkan platform yang dapat diskalakan secara efisien, sekaligus mempertahankan performa dan mengoptimalkan konsumsi energi.

Dalam konteks tersebut, arsitektur komputasi modern berkembang menuju model yang memungkinkan kapasitas pemrosesan lebih besar dikonsolidasikan dalam jejak infrastruktur fisik yang lebih kecil.

Advertisement

Hasilnya, operasional dapat menjadi lebih efisien dengan kebutuhan ruang, daya, dan pengelolaan yang lebih rendah. 

Perbandingan antara solusi berbasis prosesor AMD EPYC Generasi Kelima dan solusi lama untuk menjalankan beban kerja yang sama menunjukkan bahwa solusi EPYC dapat mengurangi jumlah server yang diperlukan hingga 86 persen, menurunkan konsumsi energi hingga 69 persen, serta mengurangi total cost of ownership (TCO) hingga 41 persen dalam periode tiga tahun.

Lebih Sedikit Server, Performa Lebih Tinggi: Logika Baru Data Center Modern
Lebih Sedikit Server, Performa Lebih Tinggi: Logika Baru Data Center Modern

 

Perubahan ini turut mendorong transformasi arsitektur data center. Model yang mengandalkan ekspansi fisik-lebih banyak server, ruang, dan konsumsi energi-mulai bergeser menuju pendekatan yang mengutamakan efisiensi, kepadatan komputasi, dan konsolidasi beban kerja.

Pada praktiknya, pendekatan tersebut berarti melakukan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit, seperti menjalankan lebih banyak aplikasi pada lebih sedikit server sekaligus mengurangi biaya dan kompleksitas operasional.

Advertisement

Artikel Terkait

451 Perusahaan Ramaikan IEE Series Energy Week 2026, Energi hingga Data Center Jadi Sorotan

451 Perusahaan Ramaikan IEE Series Energy Week 2026, Energi hingga Data Center Jadi Sorotan

IEE Energy Week 2026 diikuti 451 perusahaan dari 28 negara, menyoroti energi terbarukan, baterai, kelistrikan, dan data center.

SKCK Bisa Dicetak Mandiri Lewat Anjungan Khusus Polri Mulai 2027

SKCK Bisa Dicetak Mandiri Lewat Anjungan Khusus Polri Mulai 2027

Polri siapkan mesin cetak SKCK mandiri seperti ATM mulai 2027. Layanan digital ini bertujuan mempercepat proses dan cegah pungli.

ASN Langkat Didorong Adaptif Hadapi Transformasi Digital, Pelayanan Publik Tak Boleh Tertinggal

ASN Langkat Didorong Adaptif Hadapi Transformasi Digital, Pelayanan Publik Tak Boleh Tertinggal

Pemkab Langkat mendorong ASN dan non-ASN untuk adaptif menghadapi transformasi digital. Sekda Amril menekankan peningkatan kompetensi, inova

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer