Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jurassic World: Rebirt Dianggap Tak Bisa Lepas dari Pendahulunya

Juli Rambe • Jumat, 4 Juli 2025 | 13:45 WIB
Poster Jurassic World "Rebirth". (Dok: youtube)
Poster Jurassic World "Rebirth". (Dok: youtube)

 

SUMUTPOS.CO- Kritikus memberikan penilaiannya terhadap Film “Jurassic World: Rebirth” garapan sutradara Gareth Edwards.

Film ini mencoba menghidupkan kembali waralaba dinosaurus ikonik yang telah kehilangan arah sejak trilogi keduanya.

Dilansir dari laman Indie Wire pada Rabu (2/7), Cerita “Rebirth” berlatar 32 tahun setelah kemunculan kembali dinosaurus, dengan latar dunia di mana manusia telah kehilangan ketertarikan terhadap makhluk purba tersebut.

Namun, ambisi perusahaan farmasi ParkerGenix untuk mengeksploitasi darah dinosaurus demi obat jantung, menjadi pemicu konflik baru di pulau peninggalan InGen.

Scarlett Johansson memerankan Zora Bennett, pemimpin misi pencarian darah tiga spesies dinosaurus.

Bersama timnya yang beragam termasuk Mahershala Ali dan Jonathan Bailey mereka harus menghadapi bahaya dari makhluk purba yang belum dijinakkan di pulau tersebut. 

Misi yang tampaknya mulia justru membuka bencana baru.

Kehadiran dinosaurus baru bernama Distortus Rex menjadi daya tarik utama film ini. Namun, desain dan dampak karakter tersebut dianggap tidak berkesan.

Kritikus mencatat bahwa makhluk tersebut kurang meninggalkan kesan mendalam, bahkan dengan efek CGI canggih yang digunakan dalam produksinya.

Film ini juga dikritik karena terlalu bergantung pada nostalgia tanpa menawarkan inovasi berarti. Beberapa adegan seperti penghormatan kepada pertemuan di dapur dari film pertama justru dinilai melemahkan upaya film ini untuk berdiri sendiri.

Referensi berlebihan malah menegaskan betapa sulitnya film ini lepas dari bayang-bayang masa lalu. Meskipun Edwards memiliki rekam jejak mengesankan lewat film “Godzilla”, “Rebirth” dianggap tidak menampilkan ciri khas penyutradaraannya.

Karakter-karakter dalam film ini dinilai hampa secara emosional dan sulit membuat penonton peduli pada nasib mereka, kendati visual efek dinosaurus tampil meyakinkan.

Dengan kekurangan pada sisi cerita dan emosi, “Jurassic World: Rebirth” tampak lebih sebagai upaya studio untuk mempertahankan waralaba daripada melanjutkan warisan sinematik yang kuat.

Meski menyandang status film yang berdiri sendiri, kehadirannya tetap tidak mampu menyamai kejayaan film “Jurassic Park” pertama karya Steven Spielberg. (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe