JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Setelah dikenal lewat sejumlah film aksi, aktris Hana Malasan kini tampil dengan wajah berbeda dalam film drama keluarga Kupeluk Kamu Selamanya. Dalam film garapan sutradara Pritagita Arianegara itu, Hana memerankan sosok Naya, seorang ibu tunggal yang harus berjuang membesarkan anaknya seorang diri.
Bagi Hana, karakter tersebut menjadi salah satu peran paling menantang sepanjang kariernya. Bukan karena tuntutan fisik, melainkan tekanan emosional yang harus ia bangun sepanjang proses syuting.
“Ini salah satu karakter terberatku. Ternyata capek mental itu jauh lebih melelahkan daripada capek fisik saat main film action,” kata Hana saat ditemui di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).
Baca Juga: Tutup Safari Ramadan, Bupati Labusel Ajak Warga Perbanyak Ibadah di Penghujung Bulan Suci
Dalam film tersebut, Naya digambarkan sebagai perempuan tangguh yang menjalani peran ganda sebagai ibu sekaligus ayah bagi putra semata wayangnya. Selain berjuang memenuhi kebutuhan hidup, ia juga harus menghadapi konflik besar terkait hak asuh anaknya.
Emosi Naik Turun Seperti Roller Coaster
Hana mengaku proses mendalami karakter Naya membuat emosinya terus terkuras. Sepanjang cerita, karakter tersebut berada dalam tekanan hidup yang membuat emosinya naik turun tanpa jeda.
“Dari awal sampai akhir rasanya seperti naik roller coaster yang tidak berhenti. Muter terus sampai akhirnya seperti diloncatkan dari tebing,” ujarnya menggambarkan intensitas emosional peran tersebut.
Pengalaman itu membuatnya menyadari bahwa tantangan terbesar dalam film drama justru terletak pada kedalaman emosi, bukan sekadar aksi fisik seperti dalam film laga.
Butuh Waktu Lama Melepaskan Karakter
Setelah proses syuting selesai, Hana membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk “membersihkan” karakter yang melekat pada dirinya. Ia bahkan memerlukan lebih dari satu bulan untuk benar-benar kembali menjadi dirinya sendiri.
Berbagai metode ia lakukan, mulai dari meditasi hingga kembali menjalani rutinitas sehari-hari yang biasa dilakukan sebelum syuting.
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa Ditutup Israel, Jemaah Palestina Terpaksa Salat di Jalanan Saat Ramadan
“Aku pakai metode ‘in and out’, lewat meditasi dan kembali melakukan rutinitas yang biasa aku lakukan,” jelasnya.
Ia juga menggunakan afirmasi positif untuk membantu proses tersebut.
“Aku bilang ke diriku sendiri, ‘terima kasih sudah menggunakan tubuh ini untuk menjiwai Naya’. Proses seperti itu yang akhirnya membantu melepaskan karakter,” kata Hana.
Diuji Kehilangan Setelah Syuting
Namun, ujian emosional bagi Hana ternyata belum berhenti setelah kamera berhenti merekam. Ia mengungkapkan bahwa ibunya meninggal dunia sekitar dua minggu setelah proses syuting film tersebut selesai.
Peristiwa itu membuatnya harus menghadapi duka mendalam di saat dirinya masih dalam proses melepaskan karakter Naya.
Film Kupeluk Kamu Selamanya dijadwalkan tayang di bioskop pada 30 April mendatang. Selain Hana Malasan, film ini juga dibintangi sejumlah aktor ternama seperti Ibnu Jamil, Fanny Ghasani, dan Jared Ali.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan