Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran Tolak Proposal Nuklir: AS Trump Murka, Netanyahu Desak Uranium Teheran Direbut

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
BERUNDING: Trump (kanan) bertemu Netanyahu beberapa waktu lalu.
BERUNDING: Trump (kanan) bertemu Netanyahu beberapa waktu lalu.

Advertisement

 

WASHINGTON, Sumutpos.jawapos.com-Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Teheran menolak sebagian besar proposal perundingan nuklir yang diajukan Washington. Penolakan itu memicu reaksi keras Presiden AS Donald Trump, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyerukan agar cadangan uranium Iran direbut secara langsung.

Media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa pemerintah Iran telah menyampaikan proposal balasan kepada Washington melalui mediator Pakistan. Dalam usulan tersebut, Teheran menuntut pencabutan sanksi ekonomi Amerika Serikat, penghentian blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz setelah tercapai kesepahaman awal, serta jaminan bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap wilayah Iran.

Advertisement

Sebelumnya, Washington lebih dulu mengajukan nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin sebagai dasar perundingan damai baru terkait program nuklir Iran. Proposal itu disebut mencakup pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz serta kerangka pembicaraan lanjutan mengenai aktivitas nuklir Teheran.

Amerika Serikat juga mengusulkan moratorium pengayaan uranium Iran hingga 20 tahun, pemindahan cadangan highly enriched uranium (HEU) ke luar negeri—termasuk kemungkinan ke AS—serta pembongkaran fasilitas nuklir Iran.

Advertisement

Namun, menurut laporan The Wall Street Journal, Iran menolak sebagian besar poin utama tersebut. Teheran hanya bersedia mempertimbangkan moratorium dalam jangka lebih pendek, mengekspor sebagian stok uranium berkadar tinggi, serta mengencerkan sisa persediaan uranium yang dimiliki. Iran juga dengan tegas menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya.

Penolakan itu langsung memantik kemarahan Donald Trump. Melalui platform Truth Social, Trump menuduh Iran selama puluhan tahun telah mempermainkan Amerika Serikat dan dunia internasional.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari perwakilan Iran. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Trump.

Pernyataan Trump memperlihatkan kecilnya peluang kompromi dalam waktu dekat. Situasi itu semakin mempertegang hubungan kedua negara yang selama bertahun-tahun berada di jalur konfrontasi terkait program nuklir Iran.

Di tengah memanasnya diplomasi tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut memperkeruh suasana dengan pernyataan bernada agresif. Netanyahu menegaskan konflik tidak akan benar-benar selesai selama Iran masih memiliki persediaan uranium yang diperkaya tinggi.

Ia bahkan menyarankan langkah ekstrem dengan merebut langsung cadangan uranium Iran.

Advertisement

Artikel Terkait

Trump Klaim Korut Punya 57 Senjata Nuklir, Tegaskan Tak Akan Membiarkannya

Trump Klaim Korut Punya 57 Senjata Nuklir, Tegaskan Tak Akan Membiarkannya

Donald Trump mengklaim Korea Utara memiliki 57 senjata nuklir dan menegaskan tak akan membiarkannya.

Mengejutkan! Mantan Kongres AS Bongkar Dugaan Rencana Nuklir ke Iran

Mengejutkan! Mantan Kongres AS Bongkar Dugaan Rencana Nuklir ke Iran

Mantan anggota Kongres AS Marjorie Taylor Greene mengklaim opsi penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dibahas dalam rapat strategi.

Trump Pertimbangkan Biaya Rp1,8 Miliar bagi Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS

Trump Pertimbangkan Biaya Rp1,8 Miliar bagi Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS

Trump pertimbangkan biaya Rp1,8 miliar bagi mahasiswa asing melalui program OPT, kebijakan yang bisa mengubah peluang kerja lulusan internas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer