Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran Banderol Rp950 Miliar untuk Bunuh Donald Trump dan Benjamin Netanyahu

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Irael Benyamin Netananyu. (new.sky)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Irael Benyamin Netananyu. (new.sky)

Advertisement

 

Sumutpos.jawaposKetegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah parlemen Iran dilaporkan membahas rancangan kebijakan kontroversial yang menawarkan hadiah besar bagi siapa pun yang berhasil menyerang Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Rancangan tersebut disebut mencakup insentif hingga EUR 50 juta atau sekitar Rp 950 miliar, sebagaimana dilaporkan sejumlah media internasional termasuk Iran Wire dan The Telegraph UK. Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari rancangan undang-undang bertajuk “Counter-Action by the Military and Security Forces of the Islamic Republic”.

Inisiatif tersebut dipaparkan oleh Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk “aksi balasan” atas berbagai insiden yang melibatkan Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam pernyataannya, Azizi bahkan menyinggung bahwa Trump, Netanyahu, serta Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper harus menjadi target tindakan balasan. Pernyataan itu kemudian memicu perhatian luas di tengah meningkatnya tensi kawasan.

Advertisement

Sejumlah laporan juga menyebut parlemen Iran akan segera melakukan pemungutan suara terkait rancangan tersebut. Jika disahkan, kebijakan ini akan menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Tidak hanya itu, media pro-pemerintah Iran sebelumnya juga melaporkan adanya penggalangan dana bernilai puluhan juta dolar untuk operasi bertajuk “Kill Trump”. Kelompok siber yang disebut memiliki afiliasi dengan Iran, Handala, bahkan mengklaim telah menyiapkan dana untuk aksi terhadap kedua pemimpin tersebut.

Pernyataan-pernyataan tersebut muncul di tengah situasi yang sudah tegang, setelah berbagai konflik di kawasan terus melibatkan Iran, AS, dan Israel dalam siklus saling ancam dan tekanan politik.

Di sisi lain, Washington menanggapi perkembangan ini dengan serius. Seorang pejabat Amerika Serikat kepada Axios menyebut bahwa situasi saat ini masih jauh dari kata stabil, sementara upaya diplomasi belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Ketegangan yang semakin terbuka ini menandai rapuhnya stabilitas kawasan Timur Tengah, di mana konflik politik dan militer kini kian beririsan dengan ancaman langsung terhadap para pemimpin dunia.(jpc/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Trump Klaim Korut Punya 57 Senjata Nuklir, Tegaskan Tak Akan Membiarkannya

Trump Klaim Korut Punya 57 Senjata Nuklir, Tegaskan Tak Akan Membiarkannya

Donald Trump mengklaim Korea Utara memiliki 57 senjata nuklir dan menegaskan tak akan membiarkannya.

Mengejutkan! Mantan Kongres AS Bongkar Dugaan Rencana Nuklir ke Iran

Mengejutkan! Mantan Kongres AS Bongkar Dugaan Rencana Nuklir ke Iran

Mantan anggota Kongres AS Marjorie Taylor Greene mengklaim opsi penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dibahas dalam rapat strategi.

Trump Pertimbangkan Biaya Rp1,8 Miliar bagi Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS

Trump Pertimbangkan Biaya Rp1,8 Miliar bagi Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS

Trump pertimbangkan biaya Rp1,8 miliar bagi mahasiswa asing melalui program OPT, kebijakan yang bisa mengubah peluang kerja lulusan internas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer