
sumutpos.jawapos.com - Gerakan Daftar Mahasiswa (Students’ List) mencatat kemenangan dalam pemilihan umum (pemilu) parlemen dini Serbia yang digelar Minggu (25/10). Kemenangan ini menjadi titik balik politik Serbia setelah gelombang protes mahasiswa selama hampir dua tahun mengguncang pemerintahan negara tersebut.
Melansir Instagram @pandemictalks, Selasa (27/10/2026), Mantan Presiden Serbia Aleksandar Vučić, yang maju sebagai calon perdana menteri dari Partai Progresif Serbia (SNS), mengakui kekalahan partainya dalam pemilu tersebut.
“Berdasarkan sampel bertingkat, jelas bahwa kami telah kalah dalam pemilihan ini. Gerakan Daftar Mahasiswa telah menang,” ujar Vučić.
Berdasarkan hasil sementara yang disampaikan Vučić, Gerakan Daftar Mahasiswa diperkirakan memperoleh 135 hingga 140 dari total 250 kursi parlemen. Perolehan tersebut cukup untuk mengamankan mayoritas mutlak, sedangkan SNS diperkirakan hanya mendapatkan 105 kursi.
Pemilu ini juga mencatat tingkat partisipasi pemilih mendekati 70 persen. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi sejak pecahnya Yugoslavia pada 1992, mencerminkan besarnya perhatian masyarakat terhadap perubahan politik di Serbia.
Kemenangan gerakan mahasiswa tidak terlepas dari aksi protes yang berlangsung selama hampir dua tahun. Gelombang demonstrasi tersebut dipicu runtuhnya kanopi Stasiun Kereta Novi Sad pada November 2024 yang menewaskan 16 orang.
Tragedi itu memicu kemarahan publik dan tuntutan pertanggungjawaban terhadap pemerintah. Mahasiswa kemudian menjadi salah satu kekuatan utama yang menggerakkan demonstrasi, menuntut transparansi, akuntabilitas, serta perubahan dalam tata kelola pemerintahan.
Tekanan demonstrasi turut mendorong Vučić mundur dari jabatan presiden dan mempercepat penyelenggaraan pemilu. Kekalahan SNS dalam pemungutan suara kali ini menjadi pukulan besar bagi kekuatan politik yang telah mendominasi Serbia selama bertahun-tahun.
Vučić dan SNS sebelumnya menjadi kekuatan utama dalam pemerintahan Serbia sejak 2012. Dengan hasil pemilu tersebut, dominasi politik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade menghadapi tantangan serius dari gerakan yang berawal dari aksi mahasiswa.

