Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Vietnam Pangkas Tarif Listrik dan Pajak Bensin, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

R
Penulis: Redaksi❯
Vietnam memangkas tarif listrik 2 persen dan menghapus pajak khusus bensin.(Instagram @pandemictalks)
Vietnam memangkas tarif listrik 2 persen dan menghapus pajak khusus bensin.(Instagram @pandemictalks)

Advertisement

sumutpos.jawapos.com - Pemerintah Vietnam mengambil langkah untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat dan dunia usaha dengan menurunkan tarif listrik serta memangkas pajak konsumsi khusus bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi di tengah ambisi mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi.

Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (5/11/2026), mulai Minggu (1/11), pemerintah Vietnam resmi menurunkan tarif listrik eceran rata-rata sebesar 2 persen. Dengan penyesuaian tersebut, harga jual listrik rata-rata ditetapkan menjadi 2.159,9 dong Vietnam atau setara sekitar Rp1.512 per kilowatt-jam (kWh), belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

Sebelumnya, tarif listrik rata-rata di negara tersebut berada di kisaran Rp1.543 per kWh. Artinya, masyarakat dan pelaku usaha mendapatkan sedikit ruang penghematan dari biaya energi yang selama ini menjadi salah satu komponen pengeluaran rutin.

Penurunan ini juga memiliki catatan tersendiri. Pasalnya, pemangkasan tarif listrik rata-rata tersebut merupakan yang pertama dilakukan Vietnam dalam hampir 20 tahun terakhir, di luar pemberian diskon tagihan listrik selama pandemi Covid-19.

Tidak hanya listrik, pemerintah Vietnam juga mengambil kebijakan terhadap sektor energi lainnya. Pajak konsumsi khusus untuk bensin dipangkas menjadi nol persen dari sebelumnya berkisar 7 hingga 10 persen.

Advertisement

Kebijakan penghapusan pajak bensin tersebut berlaku hingga akhir Maret 2027. Langkah ini diharapkan dapat membantu menekan biaya bahan bakar, sekaligus mengurangi tekanan pengeluaran masyarakat dan ongkos operasional dunia usaha.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah Vietnam menyebut kebijakan tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas makroekonomi, sekaligus mendukung kesejahteraan sosial dan aktivitas bisnis.

Wakil Perdana Menteri Vietnam Nguyen Van Thang mengatakan, penurunan tarif listrik dan penghapusan pajak konsumsi khusus bensin juga menjadi bagian dari strategi pemerintah mengendalikan inflasi.

Vietnam menargetkan inflasi tetap berada pada kisaran 4,5 persen. Target tersebut harus dijaga ketika pemerintah justru memasang ambisi pertumbuhan ekonomi di atas 10 persen sepanjang tahun ini.

Dua kebijakan tersebut memperlihatkan bagaimana sektor energi ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga daya beli sekaligus menopang kegiatan ekonomi.

Advertisement

Artikel Terkait

Ekonomi Vietnam Melaju 9,95 Persen, Jauh Tinggalkan Indonesia

Ekonomi Vietnam Melaju 9,95 Persen, Jauh Tinggalkan Indonesia

Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95 persen pada kuartal III 2026, melampaui Indonesia. Industri, konstruksi, dan ekspor menjadi penopang utama.

Leo/Daniel Bertemu Ganda Vietnam di Perempatfinal Asian Games 2026

Leo/Daniel Bertemu Ganda Vietnam di Perempatfinal Asian Games 2026

Ganda putra Leo/Daniel melaju ke babak perempatfinal setelah mengalahkan ganda Thailand. Mereka akan bertemu dengan ganda vietnam.

WNA Vietnam Diamankan Imigrasi Kualanamu

WNA Vietnam Diamankan Imigrasi Kualanamu

Imigrasi Kualanamu mengamankan 3 wna vietnam yang bekerja tidak sesuai dengan RPATK.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer