Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bahas Nuklir, Perundingan Iran dan AS Dilanjutkan Akhir Pekan

Johan Panjaitan • Senin, 14 April 2025 | 08:05 WIB
nuklir. (ilustrasi) FOTO: Univison
nuklir. (ilustrasi) FOTO: Univison

SUMUTPOS.CO-Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat melanjutkan perundinganmengenai program nuklir Iran pada Sabtu (19/4). Itu setelah kedua negara menyelesaikan negosiasi untuk kali pertama di Oman pada Sabtu (12/4).

Pada negosiasi kedua, mereka akan membahas langkah-langkah konkret dalam mencegah pengembangan senjata nuklir oleh Teheran, ibu kota Iran.
Seperti dilansir dari The Guardian kemarin (13/4) Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut negosiasi pertama berlangsung dalam suasana tenang dan penuh rasa hormat. Kedua negara menunjukkan komitmen untuk mencapai kesepakatan sesegera mungkin.

“Kedua pihak tidak ingin membuang waktu dan sepakat untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan. Ini adalah langkah maju,” kata Araghchi dalam konferensi pers usai pertemuan.

Negosiasi ini difasilitasi oleh Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi, yang menyatakan kebanggaannya menjadi tuan rumah dan mediator. “Tujuan kami adalah mendukung terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas regional serta global,” ujarnya.

Pengamat dari Center for International Policy Sina Toossi menilai pertemuan tersebut sudah membentuk kerangka kerja yang fokus pada pelucutan senjata dan keringanan sanksi.

“Tanpa kemajuan nyata, semangat negosiasi ini tidak akan bertahan lama,” ujarnya.

Bahas Persediaan Uranium
Akhir pekan ini, mereka rencananya membahas persediaan uranium Iran yang mencapai 60 persen. Ini jauh di atas kebutuhan program nuklir sipil. AS diperkirakan akan mendorong pembatasan produksi dan pengawasan ketat melalui badan pengawas PBB.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan pendekatan lebih lunak. “Saya tidak meminta banyak, mereka hanya tidak boleh memiliki senjata nuklir. Saya ingin Iran menjadi negara yang hebat dan bahagia,” ujarnya. (lyn/gas/jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#amerika serikat #nuklir #iran