Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Rusia Blokir WhatsApp! Warga Didorong Pindah ke “Messenger Negara”

Johan Panjaitan • Senin, 16 Februari 2026 | 09:00 WIB
ILUSTRASI: Rusia melakukan pemblokiran Whatsaap. (cancan)
ILUSTRASI: Rusia melakukan pemblokiran Whatsaap. (cancan)

MOSKOW, Sumutpos.jawapos.com-Kejutan besar bagi jutaan pengguna WhatsApp di Rusia! Pemerintah resmi memblokir layanan pesan populer itu dan mendorong warganya beralih ke MAX, aplikasi pesan yang dikontrol negara. Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya Kremlin untuk “mengamankan komunikasi nasional” – sekaligus memaksa migrasi digital besar-besaran.

Keputusan ini diumumkan Kremlin pada Kamis (12/2), dengan alasan WhatsApp dan induknya, Meta Platforms, tidak mematuhi hukum Rusia, termasuk tidak membuka kantor resmi dan mengabaikan permintaan penghapusan konten.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan, “Karena ketidakpatuhan Meta, WhatsApp diblokir. MAX adalah alternatif aman dan nasional.”

Meta pun menolak keras. Perusahaan asal AS ini menilai tindakan Rusia adalah “upaya sistematis untuk mengarahkan masyarakat ke platform yang dikontrol negara.” Mereka menekankan, lebih dari 100 juta pengguna kini kehilangan akses komunikasi pribadi yang aman, dan kebijakan ini justru membuat masyarakat lebih rentan.

Tekanan yang Meningkat Sebelum Blokir

Pemblokiran WhatsApp bukan tiba-tiba. Selama enam bulan terakhir, tekanan terhadap Meta meningkat tajam. Regulator Rusia, Roskomnadzor, menuduh Meta gagal menghapus konten terlarang dan tidak membuka kantor perwakilan lokal, bahkan menempatkan perusahaan sebagai “organisasi ekstremis.”

Sejak Agustus, layanan panggilan suara WhatsApp dibatasi, dan pada Desember, Roskomnadzor memperingatkan akan ada langkah lebih tegas. Kini, banyak pengguna hanya bisa mengakses WhatsApp lewat VPN karena alamat IP diblokir sepenuhnya.

Pemerintah Rusia menepis tuduhan MAX sebagai alat propaganda. Menurut mereka, MAX dirancang untuk mempermudah layanan publik, bukan untuk memata-matai warga.

Namun, bagi banyak pengamat, langkah ini jelas: Rusia sedang membangun ekosistem digital sendiri, dan jutaan warganya kini “terpaksa” meninggalkan platform global favorit demi aplikasi nasional. Dunia pun menyaksikan salah satu babak paling kontroversial dalam sejarah komunikasi digital modern.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan