Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dunia Terguncang! Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS–Israel, Iran Bersumpah Balas Dendam

Johan Panjaitan • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:30 WIB

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (express.co)
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (express.co)

Sumutpos.jawapos.com-Timur Tengah memasuki fase paling berbahaya dalam beberapa dekade terakhir. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas setelah serangan militer besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.

Kabar tersebut dikonfirmasi media pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency, yang menyebut kematian Khamenei sebagai pukulan besar bagi Republik Islam Iran. Pemerintah Iran langsung menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Serangan yang menghantam sejumlah fasilitas pertahanan dan infrastruktur sipil di berbagai kota itu disebut Teheran sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

Iran Siapkan Serangan Balasan Terbesar

Situasi langsung memanas. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa operasi balasan paling besar dalam sejarah militer Iran sedang dipersiapkan.

“Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai,” tegas IRGC dalam pernyataan resminya.

Targetnya disebut tidak main-main: wilayah dan pangkalan Amerika Serikat yang dianggap sebagai “basis teroris” di kawasan Timur Tengah.

Pemerintahan Sementara Dibentuk

Seiring wafatnya Khamenei, Iran langsung membentuk dewan kepemimpinan sementara. Dewan ini terdiri dari presiden Iran, kepala kehakiman, dan seorang anggota Dewan Penjaga Konstitusi yang akan menjalankan tugas-tugas kepemimpinan negara untuk sementara waktu.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas politik di tengah ancaman konflik regional yang semakin luas.

Pernyataan Mengejutkan dari Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengumumkan kematian Khamenei melalui media sosialnya.

Trump menyatakan bahwa operasi tersebut berhasil berkat intelijen dan teknologi pelacakan canggih AS, serta koordinasi erat dengan Israel.

Ia bahkan menyebut kematian Khamenei sebagai “kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negaranya.”

Trump juga mengklaim terjadi kekacauan di dalam aparat keamanan Iran, termasuk di tubuh militer, polisi, dan Garda Revolusi.

“Banyak dari mereka tidak ingin melanjutkan perang dan sedang mencari jaminan keamanan,” kata Trump.

Meski begitu, ia menegaskan operasi militer AS akan terus berlanjut hingga tercapai stabilitas di Timur Tengah.

Timur Tengah di Ambang Perang Besar

Konflik mulai memuncak sejak 28 Februari 2026 ketika Israel melancarkan serangan awal ke Iran untuk menetralisir ancaman keamanan.

Sebagai balasan, Iran menembakkan rudal ke wilayah Israel dan menyerang fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk, termasuk:

Bahrain

Qatar

Uni Emirat Arab

Kuwait

Arab Saudi

Situasi ini membuat negara-negara tersebut dilaporkan siap bergabung dengan koalisi AS dan Israel dalam operasi terhadap Iran.

Dengan kematian Khamenei dan ancaman balasan dari Teheran, para pengamat menilai kawasan Timur Tengah kini berada di ambang konflik militer besar yang berpotensi mengguncang stabilitas dunia.(bbs/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ali khamenei #amerika serikat #timur tengah #iran