Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Iran Kembali Serang Israel, Sirene Peringatan Terus Meraung di Tel Aviv

Juli Rambe • Sabtu, 7 Maret 2026 | 02:00 WIB

Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters)
Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters)

 

SUMUT POS- Iran terus menunjukkan perlawanan pada Israel dan Amerika Serikat. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Jumat (6/3/2026) mengumumkan gelombang serangan k-22 sebagai bagian dari Operasi True Promise 4. Seperti dilaporkan IRNA, dalam gelombang serangan kali ini, IRGC merilis video kolase peluncuran rudal Khorramshahr 4, Kheibar, dan Fattah menuju Israel.

Sehari sebelumnya, Iran menggunakan rudal klaster yang bisa mencurahkan bom-bom kecil dalam serangan terakhir mereka ke Tel Aviv, Israel, Kamis (6/3/2026). 

Anadolu melansir Channel 12 Israel melaporakan bahwa pecahan dari rudal kiriman Iran jatuh di jantung kota dan sekitar kawasan ibu kota.

Menurut laporan Pars Today melansir Mehr News Agency, Jumat (6/3/2026), sebagian Bandara Ben Gurion yang terletak di Tel Aviv, Israel tengah terbakar usai dihantam rudal balistik Iran. Beberapa media Israel juga sudah mempublikasi foto-foto dan video yang menunjukkan kebakaran dan kerusakan.

Selama serangan pada Kamis malam, sirene meraung-raung di kawasan Tel Aviv dan wilayah lain di Israel tengah. Warga setempat juga diinstruksikan untuk tetap berada di tempat perlindungan.

Koran Haaretz melaporkan bahwa, serangan terakhir Iran mengakibatkan kerusakan signifikan terhadap berberapa gedung di area tengah Israel. Menurut laporan itu, serangan pada Kamis malam digambarkan sangat parah, di mana sistem pertahanan udara Israel dan AS gagal mengintersep datang-datangnya rudal-rudal Iran.

Koran lainnya, Yedioth Ahronoth, melaporkan, setelah sistem intersep gagal mengadang rudal-rudal Iran pada Kamis malam, gelombang ketakutan dan panik menyebar di kawasan Tel Aviv.

Menurut Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Iran adalah negara dengan stok rudal balistik terbanyak di Timur Tengah. Rudal-rudal Iran memiliki jarak jelajah hingga maksimal 2.000 kilometer (km), yang menurut ahli cukup untuk memberikan perlindungan lantaran angka itu mencakup jarak antara Iran dan Israel.

Banyak lokasi penyimpanan rudal Iran berlokasi di Teheran. Setidaknya terdapat lima 'kota rudal' bawah tanah di beberapa provinsi, termasuk di Kermanshah dan Semnan, yang berdekatan dengan kawasan Teluk.

Stok rudal Iran, menurut CSIS, mencakup beragam jenis rudal jarak jauh yang bisa mencapai Israel. Di lini ini termasuk rudal Sejil dengan jangkauan 2.000 km; Emad, 1.700 km; Ghadr, 2.000 km; Shahab-3, 1.300 km; Khorramshahr, 2,000 km; dan Hoveyzeh, 1,350 km.

Media Iran, ISNA pada April 2025 pernah mempublikasikan infografis sembilan rudal Iran yang bisa menjangkuai Israel. Dalam infografis itu tercantum Sejil yang disebut ISNA mampu terbang dengan kecepatan lebih dari 17.000 km per jam dan memiliki daya jelajah hingga 2.500 km; Kheibar, 2.000 km; dan Haj Qasem, 1.400 km. (bbs/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Perang iran lawan israel dan amerika serikat #Iran serang tel aviv #Perang iran