Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bolehkan Minum Air Saat Makan? Ini Pendapat Para Ahli

J
Penulis: Johan Panjaitan❯

ILUSTRASI: Dampak kesehatan apabila minum saat makan. (FREEPIK)
ILUSTRASI: Dampak kesehatan apabila minum saat makan. (FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Pertanyaan tentang boleh tidaknya minum air saat makan terus menjadi bahan perdebatan, bahkan di kalangan mereka yang paling peduli pada kesehatan.


Advertisement

Sebagian orang meyakini bahwa minum air di sela-sela makan dapat “mengencerkan asam lambung” dan menghambat pencernaan. Namun dilansir dari rbc.ukraine, pandangan modern menunjukkan hal yang berbeda.

Air Tidak Mengganggu, Justru Membantu Pencernaan

Mayoritas ahli gastroenterologi menegaskan bahwa minum air dalam jumlah wajar saat makan tidak mengganggu proses pencernaan. Sebaliknya, air berperan penting dalam melembapkan makanan, memudahkan proses menelan, dan membantu tahap awal pencernaan di lambung.

Advertisement

Penelitian juga menunjukkan bahwa air tidak cukup kuat untuk mengencerkan asam lambung hingga menghambat kerja enzim. Tubuh memiliki kemampuan alami untuk menyesuaikan produksi asam sesuai dengan jumlah cairan yang masuk.

Meski demikian, dokter menyarankan agar tidak membasuh setiap suapan dengan tegukan besar. Kebiasaan ini justru bisa menimbulkan rasa begah, terutama jika makanan yang dikonsumsi berlemak atau panas. Idealnya, cukup minum beberapa teguk kecil selama atau sesudah makan.

Waktu Terbaik untuk Minum Air

Advertisement

Waktu yang disarankan untuk minum air adalah sekitar 20–30 menit sebelum makan. Selain membantu tubuh bersiap mencerna makanan, minum air sebelum makan juga dapat menstimulasi enzim pencernaan dan membantu mencegah makan berlebihan.

Setelah makan, sebaiknya hindari minum dalam jumlah besar selama 30–40 menit agar lambung tidak bekerja terlalu keras. Namun, beberapa teguk air hangat setelah makan berat dapat membantu meredakan rasa penuh dan memperlancar pencernaan.

Khusus bagi penderita gastritis atau asam lambung, kebiasaan minum air perlu lebih diperhatikan. Air dingin atau berkarbonasi segera setelah makan bisa memperparah rasa nyeri dan tidak nyaman di perut.

Air, Unsur Vital untuk Penyerapan Nutrisi

Air memegang peran penting dalam setiap tahap pencernaan. Ia membantu mengangkut nutrisi, menjaga fungsi usus, dan mencegah sembelit. Hidrasi yang cukup juga meningkatkan penyerapan protein, lemak, dan karbohidrat.

Sebaliknya, saat tubuh kekurangan cairan, proses pencernaan bisa melambat, menyebabkan perut terasa berat atau kembung. Karena itu, para ahli sepakat bahwa membatasi minum air bukan solusi sehat. Yang terpenting adalah memastikan air yang diminum bersih, tidak berkarbonasi, dan tidak terlalu dingin.(han)

Advertisement

Artikel Terkait

Hampir 80 Persen Warga Indonesia Pilih Mengobati Diri Sendiri, AI Jadi Dokter Pribadi

Hampir 80 Persen Warga Indonesia Pilih Mengobati Diri Sendiri, AI Jadi Dokter Pribadi

Sebanyak 78,9 persen warga Indonesia memilih mengobati diri sendiri. Kini, AI juga dijadikan dokter pribadi. BPOM ingatkan risiko salah.

Benjolan atau Tumor Tak Selalu Kanker, tapi Wajib Waspada, Pahamilah!

Benjolan atau Tumor Tak Selalu Kanker, tapi Wajib Waspada, Pahamilah!

Benjolan atau tumor tidak selalu berarti kanker. Kenali penyebab, ciri-ciri berbahaya, dan tanda yang perlu diwaspadai agar tak terlambat.

Jangan Anggap Sepele! 6 Kebiasaan Malam Ini Bisa Bantu Atasi Sembelit

Jangan Anggap Sepele! 6 Kebiasaan Malam Ini Bisa Bantu Atasi Sembelit

Sering sembelit saat bangun tidur? Kenali 6 rutinitas malam yang membantu menjaga kesehatan usus dan melancarkan BAB.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer