Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Jenis Olahraga yang Sering Memicu Sakit Kepala Parah

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
ILUSTRASI: Ada 4  jenis olahraga yang memicu sakit kepala. (FREEPIK)
ILUSTRASI: Ada 4 jenis olahraga yang memicu sakit kepala. (FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Sakit kepala setelah berolahraga kerap dianggap hal sepele. Padahal, dalam kondisi tertentu, nyeri di kepala bisa muncul dengan intensitas berat dan mengganggu aktivitas.


Advertisement

Beberapa jenis olahraga diketahui memiliki risiko lebih tinggi memicu sakit kepala, terutama jika dilakukan tanpa persiapan yang tepat.

Dikutip dari Verywell Health, sakit kepala akibat olahraga umumnya terjadi karena peningkatan aliran darah ke kepala dan kulit kepala. Saat aktivitas fisik intens dilakukan, pembuluh darah akan melebar untuk meningkatkan sirkulasi, dan kondisi ini dapat memicu rasa nyeri.


Beberapa aktivitas fisik berikut paling sering dikaitkan dengan munculnya sakit kepala setelah olahraga adalah:

Advertisement

1. Lari jarak jauh atau intensitas tinggi
Gerakan berulang dengan tempo cepat dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan, terutama jika tubuh belum terbiasa.

2. Angkat beban berat
Menahan napas saat mengangkat beban dapat meningkatkan tekanan di kepala dan leher, sehingga memicu nyeri mendadak.

3. Bersepeda jarak jauh
Posisi leher yang menunduk terlalu lama dapat memberi tekanan berlebih pada otot dan saraf di sekitar kepala.

Advertisement

4. Berenang intens
Gerakan leher yang berulang serta teknik pernapasan yang kurang tepat juga dapat memicu sakit kepala.

Dua Jenis Sakit Kepala Akibat Olahraga

Sakit kepala akibat olahraga terbagi menjadi dua kategori:

Sakit kepala olahraga primer, muncul selama atau sesaat setelah aktivitas fisik dan biasanya hilang dengan sendirinya tanpa komplikasi serius.

Sakit kepala olahraga sekunder, jauh lebih jarang terjadi dan berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti gangguan jantung atau pembuluh darah, sehingga memerlukan pemeriksaan medis.

Kurangnya asupan cairan sebelum dan setelah olahraga dapat memperburuk risiko sakit kepala. Dehidrasi tidak hanya memicu nyeri kepala, tetapi juga dapat memperparah kondisi lain yang berkaitan dengan keseimbangan cairan tubuh.

Langkah Pencegahan yang Perlu Diperhatikan

Untuk mengurangi risiko sakit kepala saat berolahraga, beberapa langkah berikut dianjurkan:

1. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum, selama, dan setelah olahraga.

2. Lakukan pemanasan secara menyeluruh

3. Konsumsi makanan ringan untuk mencegah hipoglikemia

4. Hindari olahraga berat di cuaca panas ekstrem atau dataran tinggi

Jika sakit kepala sering muncul setelah berolahraga atau disertai gejala lain yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Waspadai Tanda Kelelahan Berlebihan

Aktivitas fisik yang dilakukan secara berlebihan juga dapat memicu kelelahan kronis. Beberapa gejalanya antara lain:

- Kelelahan berkepanjangan dan kebutuhan istirahat ekstra

- Perubahan suasana hati, mudah tersinggung, atau depresi

- Gangguan tidur (insomnia)

- Nyeri otot dan cedera akibat penggunaan berlebih

- Penurunan motivasi, sering sakit, hingga penurunan berat badan

Olahraga memang penting bagi kesehatan, namun dilakukan secara bijak dan sesuai kemampuan tubuh agar manfaatnya tetap optimal tanpa menimbulkan risiko.(han)

Advertisement

Artikel Terkait

Korpri Langkat Sambut HUT ke-55 dengan Aksi Sosial dan Olahraga

Korpri Langkat Sambut HUT ke-55 dengan Aksi Sosial dan Olahraga

Korpri Langkat menyambut HUT ke-55 dengan pasar murah, bedah rumah, santunan anak yatim, serta berbagai kegiatan sosial dan olahraga.

Berat Badan di Atas 100 Kg Bukan Alasan Berhenti Bergerak

Berat Badan di Atas 100 Kg Bukan Alasan Berhenti Bergerak

Berat badan di atas 100 kg bukan alasan berhenti bergerak. KBB100KG membuktikan olahraga bisa dilakukan bersama dengan cara yang menyenangka

Olahraga Saat Perut Kosong Bisa Bakar Lebih Banyak Lemak? Ini Faktanya

Olahraga Saat Perut Kosong Bisa Bakar Lebih Banyak Lemak? Ini Faktanya

Olahraga saat perut kosong disebut bisa membakar lemak, tetapi manfaatnya tak selalu sama. Simak fakta dan risikonya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer