Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Segera Perhatikan Kulit! Ada Tanda Diabetes di Sana

R
Penulis: Redaksi❯

ilustrasi, diabetes hingga kini masih menjadi momok, namun sejatinya tanda penyakit ini bisa dilihat dari kulit. (freepik.com)
ilustrasi, diabetes hingga kini masih menjadi momok, namun sejatinya tanda penyakit ini bisa dilihat dari kulit. (freepik.com)


Advertisement

sumutpos.jawapos.com - Memastikan penyakit diabetes idealnya secara medis, namun jika mau jeli ternyata ada tanda penyakit itu di kulit.

Artinya, tanpa memeriksa ke dokter, tanda pada kulit bisa mengarahkan seseorang menderita diabetes atau yang lazim disebut sakit gula itu.

Dengan kata lain, ada beberapa gejala atau tanda yang muncul saat diabetes menyerang, misal sejumlah gejala yang muncul di kulit.

Advertisement

Melansir American Academy of Dermatology Association, Senin (23/2/2026), diabetes tidak hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga berdampak pada berbagai bagian tubuh, termasuk kulit.

Jadi, jika Anda menemukan perubahan tak biasa pada kulit, mungkin itu adalah tanda pradiabetes atau diabetes yang tidak terdiagnosis.

Berikut kondisi kulit yang bisa menjadi indikasi diabetes:

Advertisement

1. Bintik-bintik di tulang kering
Kondisi ini dikenal sebagai dermopati diabetik atau sindrom kaki berbintik.

Ditandai dengan bintik-bintik bulat atau oval berwarna cokelat hingga kemerahan di area tulang kering.

Awalnya, bintik terasa bersisik, lalu mendatar dan dapat meninggalkan cekungan kecil di kulit.

Banyak yang keliru mengira ini sebagai tanda penuaan. Namun, bintik ini dapat memudar dalam 18-24 bulan jika diabetes terkendali.

2. Menggelap dan seperti beludru
Jika Anda melihat bercak gelap dengan tekstur seperti beludru di sekitar leher, ketiak, atau selangkangan, ini bisa jadi tanda pradiabetes.

Kondisi ini disebut akantosis nigrikans dan sering menjadi gejala awal diabetes. Jika mengalaminya, sebaiknya segera periksa kadar gula darah.

3. Menebal dan keras
Pada beberapa penderita diabetes, kulit bisa tiba-tiba mengeras dan menebal, terutama di punggung bagian atas, bahu, atau leher.

Kondisi ini disebut scleredema diabeticorum dan bisa berkembang secara perlahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

4. Skin tag atau kutil kulit
Banyak penderita diabetes mengalami pertumbuhan kulit kecil yang disebut akrokordon atau skin tag.

Kutil ini biasanya muncul di leher, kelopak mata, ketiak, atau selangkangan.

5. Benjolan kuning di kulit
Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah, yang menyebabkan munculnya benjolan kecil berwarna kuning di kulit.

Kondisi ini disebut xanthomatosis eruptif dan sering ditemukan di bokong, paha, siku, atau lutut.

6. Benjolan atau bercak kekuningan di kelopak mata

Jika Anda melihat benjolan atau bercak kuning di sekitar kelopak mata, ini bisa menjadi tanda kadar lemak dalam darah tinggi akibat diabetes yang tidak terkontrol. Kondisi ini dikenal sebagai xanthelasma.

7. Benjolan kecil atau bercak menonjol
Kondisi ini disebut granuloma annulare, yang dapat muncul di area kulit luas dan hilang timbul. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara granuloma annulare dengan diabetes.

8. Bercak kuning, kemerahan, atau keunguan
Jika Anda melihat bercak yang berwarna kuning, kemerahan, cokelat, atau keunguan di kulit, ini bisa jadi nekrobiosis lipoidika, yang sering dialami oleh penderita diabetes.

Bercak ini tumbuh perlahan dan sering disertai dengan kulit yang menipis dan terlihat pembuluh darah di bawahnya

9. Infeksi kulit yang berulang
Diabetes dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi kulit, seperti sariawan di mulut atau infeksi jamur di area genital.

10. Luka yang sulit sembuh
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan sirkulasi darah yang buruk dan kerusakan saraf. Akibatnya, luka terbuka sulit sembuh, terutama di area kaki.

Luka ini dikenal sebagai ulkus diabetik dan bisa berisiko menyebabkan infeksi serius jika tidak ditangani dengan baik. (lin)

Advertisement

Artikel Terkait

Cara Perawatan Tindik Hidung, Jangan Sekadar Sibuk Ingin Dibilang Keren

Cara Perawatan Tindik Hidung, Jangan Sekadar Sibuk Ingin Dibilang Keren

Tindik hidung memang terlihat keren, tetapi perawatannya tak boleh diabaikan. Kenali risiko infeksi dan cara merawat tindik agar tetap aman.

Jangan Biasakan Cuci Muka dengan Sabun Mandi, Ini Risikonya

Jangan Biasakan Cuci Muka dengan Sabun Mandi, Ini Risikonya

Jangan asal cuci muka dengan sabun mandi! Kebiasaan ini bisa membuat kulit kering, iritasi, memicu jerawat, dan merusak pelindung kulit.

Tidak Sekadar Segar Dikonsumsi, Buah Naga juga Bagus untuk Perawatan Wajah

Tidak Sekadar Segar Dikonsumsi, Buah Naga juga Bagus untuk Perawatan Wajah

Buah naga kaya vitamin dan antioksidan yang baik untuk kulit. Kenali 9 manfaatnya, mulai dari mencerahkan wajah hingga mencegah penuaan dini

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer