
sumutpos.jawapos.com - Status keren cenderung disematkan bagi orang yang punya tindik hidung. Pasalnya, hal itu tidak bisa dilakukan semua orang.
Memang, tindik hidung bisa dikatakan sebagai jenis tindik yang relatif aman. Namun, jika salah merawat atau salah posisi tindik, maka infeksi siap menanti.
Melansir alodokter.com, Selasa (27/10/2026), tindik hidung dilakukan dengan cara menusuk kulit dan tulang rawan pada hidung. Karena itu, tindik hidung tidak boleh dilakukan sembarangan.
Meski begitu, tindik hidung bukanlah tren kekinian yang melanda anak muda zaman sekarang saja. Tindik jenis ini bahkan sudah dipraktikkan sejak zaman kuno.
Ya, tindik hidung biasanya berhubungan dengan adat, tradisi, atau ritual keagamaan pada budaya tertentu.
Tindik hidung bisa dilakukan di tiga tempat yakni di cuping hidung, di dinding sekat (septum) antara dua lubang hidung, dan di hidung bagian atas.
Yang jelas, sebelum memutuskan untuk menindik hidung, ada baiknya mempertimbangkan risikonya terlebih dahulu.
Tindik hidung pada tulang rawan bisa menimbulkan perdarahan, infeksi, terbentuknya bekuan darah, dan keloid pada dinding hidung.
Selain itu, tindik hidung juga bisa menyebabkan perichondritis (infeksi pada tulang rawan) dan nekrosis (kematian jaringan).



