Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Batasan Waktu Main Ponsel bagi Orang Dewasa, Cukup Dua Jam Sehari

R
Penulis: Redaksi❯
ilustrasi, batasan main ponsel sejatinya tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga orang dewasa. (freepik.com)
ilustrasi, batasan main ponsel sejatinya tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga orang dewasa. (freepik.com)

Advertisement

 

sumutpos.jawapos.com - Adalah marak pembatasan waktu main ponsel bagi anak-anak hingga orang dewasa pun seperti luput dari perhatian.

Nyatanya, main ponsel juga bisa merusak orang dewasa. Terlalu lama menatap layar dapat mengganggu pola tidur dan menyebabkan gangguan suasana hati.

Advertisement

Pun, sebagai pertimbangan, terlalu lama main ponsel dan gawai lainnya bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari tekanan darah tinggi, resistensi insulin, obesitas, dan sebagainya.

Melansir Reid Health, Selasa (14/4/2026), para ahli merekomendasikan agar waktu main ponsel di luar pekerjaan tidak lebih dari dua jam sehari, sama seperti rekomendasi untuk anak-anak. 

Advertisement

Jika lebih dari itu, sebaiknya dialihkan untuk aktivitas fisik guna menjaga kesehatan.

Artinya, penting bagi setiap orang untuk membatasi diri dan mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan.

Tips dari Christakis, lakukan refleksi diri jika Anda ingin mengurangi waktu penggunaan ponsel. Tanya pada diri sendiri, bagaimana Anda menghabiskan waktu di depan layar gawai?

Anda bisa mengukurnya dengan menggunakan berbagai aplikasi. Setelah tahu berapa lama menghabiskan waktu di depan layar ponsel, mulailah refleksi diri.

Dengan mengetahui dan menerapkan batas waktumain ponsel yang ideal, Ands bisa menjaga kesehatan fisik dan mental sekaligus tetap menikmati manfaat teknologi digital secara seimbang. 

Advertisement

Artikel Terkait

Mengenal Brain Rot, Efek Kebiasaan Scrolling Ponsel yang Bikin Otak Kewalahan

Mengenal Brain Rot, Efek Kebiasaan Scrolling Ponsel yang Bikin Otak Kewalahan

Brain rot akibat kebiasaan scrolling berlebihan dapat membuat otak kewalahan. Kenali dampak dan cara menjaga kesehatan digital.

Mengenal Soft Living, Gaya Hidup Kalem dan Antiruwet

Mengenal Soft Living, Gaya Hidup Kalem dan Antiruwet

Soft living menjadi tren hidup kalem dan antiruwet. Gaya hidup ini mengajak menikmati proses, menjaga batasan, dan menghindari burnout.

Ingin Hidup Lebih Tenang? Terapkan 10 Kebiasaan Sederhana Ini Setiap Hari

Ingin Hidup Lebih Tenang? Terapkan 10 Kebiasaan Sederhana Ini Setiap Hari

10 kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan mental, mengelola stres, memperbaiki suasana hati, dan menjalani hidup lebih tenang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer