Mengenal Brain Rot, Efek Kebiasaan Scrolling Ponsel yang Bikin Otak Kewalahan

sumutpos.jawapos.com - Brain rot atau kadang diartikan sebagai pembusukan otak belakangan semakin sering dibincangkan, ini terkait dengan paparan konten digital.
Sederhananya, brain rot itu muncul karena kebiasaan scrolling ponsel atau gawai lainnya tanpa henti, menonton video pendek berjam-jam, hingga terus-menerus mengecek notifikasi.
Melansir Inspira Health, Minggu (18/7/2026), meski brain rot bukan diagnosis medis resmi, istilah ini dinilai relevan untuk menggambarkan kelelahan mental akibat konsumsi digital yang berlebihan.
Dengan kata lain, brain rot merujuk pada dampak negatif akibat paparan berlebihan terhadap konten digital yang dangkal, repetitif, dan terlalu merangsang.
Seperti diketahui platform digital memang dirancang agar pengguna terus terlibat.
Setiap notifikasi, like, atau video lucu memicu lonjakan kecil dopamin, zat kimia di otak yang berperan dalam rasa senang dan motivasi.
Jika terjadi terus-menerus, otak bisa terbiasa dengan rangsangan instan dan kesulitan fokus pada aktivitas yang lebih panjang serta mendalam.
Dan, paparan konten digital berlebihan tidak hanya menimbulkan lelah sesaat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya rentang perhatian dan mudah terdistraksi.
Baca Juga: Marc Cucurella Siap Tinggalkan Timnas Jika Spanyol Taklukkan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Juga menyebabkan sulit menyimpan dan mengingat informasi, meningkatnya rasa cemas akibat doomscrolling, serta gangguan tidur.



