
sumutpos.jawapos.com - Dalam kadar tertentu, stres diperlukan tubuh guna merespons ancaman, memotivasi menghadapi tantangan, juga meningkatkan kekebalan tubuh.
Namun, stres terus-menerus atau berlebihan tidak bisa dianggap sepele, bisa memicu kerusakan pada tubuh.
Melansir Harvard Health Publishing, Kamis (30/4/2026), saat stres, sistem saraf otonom mengendalikan detak jantung, pernapasan, penglihatan, dan beragam dampak lain.
Kemudian ketika stres itu berlangsung lama, aktivitas respons stres berkelanjutan akan memicu kerusakan pada tubuh.
Berikut efek buruk dari stres yang berkelanjutan bagi tubuh:
1. Otot tegang
Stres dapat memicu ketegangan otot terutama di area leher, bahu, atau punggung. Anda mungkin bahkan mengatupkan rahang.
Jika ketegangan ini terus berlanjut maka, lama-kelamaan bisa mengakibatkan sakit dan nyeri.
2. Sakit kepala
Tension headache alias sakit kepala tegang merupakan jenis sakit kepala yang umum.
Sakit kepala jenis ini menimbulkan rasa nyeri tumpul dan seperti diremas di kedua sisi kepala. Rasa sakit yang cukup parah bisa memicu sensasi seperti dijepit.



