Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jangan Bebani Leher Bayi dengan Pelampung Air: Tidak Aman!

Redaksi • Selasa, 17 Februari 2026 | 08:00 WIB
ilustrasi, seorang bayi berenang dengan memakai pelampung air di leher. (freepik.com)
ilustrasi, seorang bayi berenang dengan memakai pelampung air di leher. (freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Mengajari anak berenang, misalnya dari bayi, adalah baik. Namun, sebaiknya hindari pelampung air di leher.

Pasalnya, pelampung leher pada bayi bisa dikatakan tidak aman. Dia bisa memicu ketegangan dan cedera.

Bahkan, melansir laman Consumer Reports, Senin (16/2/2026), Consumer Product Safety Comission (CPSC) Amerika Serikat (AS), mencatat ada sedikitnya 85 bayi tergelincir dari pelampung leher dalam lima tahun terakhir.

"Menurut saya produk ini pelampung leher bayi adalah ide buruk," kata Komisaris CPSC Peter Feldman.

CPSC mencatat, bayi yang berusia 17 hari hingga 12 bulan pernah tergelincir melalui pelampung. Namun, seluruh bagian kepala masuk ke dalam air.

Food and Drug Administration (FDA) AS sendiri telah mengingatkan orang tua untuk tidak lagi menggunakan pelampung leher untuk bayi.

Mereka mencatat, pelampung leher bisa memicu ketegangan dan cedera leher. Hal ini utamanya terjadi pada bayi berkebutuhan khusus.

Sebagai informasi, beberapa pelampung leher terbuat dari busa yang kuat. Sementara yang lain tampak berongga dan digelembungkan seperti balon.

Dan sejatinya, pelampung leher bayi dijual sebagai solusi untuk menjaga kepala bayi tetap di atas air saat mereka mengapung dan bermain di bak mandi atau di kolam renang. (lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan bayi #tips parenting #perawatan bayi #keselamatan anak #info sehat