Jangan Asal Sarapan! 5 Makanan yang Perlu Diperhatikan demi Kesehatan
Ragam menu sarapan.(freepik.com/Ilustrasi)
Sumutpos.jawapos.com-Sarapan menjadi salah satu momen penting untuk mengisi kembali energi setelah tubuh beristirahat sepanjang malam. Menu yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus menunjang konsentrasi dan produktivitas sepanjang hari.
Namun, tidak semua makanan yang praktis dan lazim disantap pada pagi hari memberikan manfaat gizi yang optimal. Sejumlah menu justru mengandung gula tambahan atau natrium tinggi, sementara kandungan seratnya relatif rendah.
Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa memperhatikan porsi dan keseimbangan nutrisi, kebiasaan tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Karena itu, memilih menu sarapan tidak cukup hanya mempertimbangkan rasa dan kepraktisan, tetapi juga perlu memperhatikan kandungan gizinya.
Bukan berarti makanan tertentu harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah memahami kandungan nutrisi, mengatur porsi, serta mengombinasikannya dengan sumber protein, serat, dan zat gizi lainnya.
Dilansir dari English Jagran, berikut lima jenis makanan yang perlu diperhatikan saat menyusun menu sarapan.
1. Buah Citrus, Bisa Memicu Keluhan Asam Lambung
Jeruk, lemon, dan jeruk bali merupakan kelompok buah citrus yang dikenal kaya vitamin C dan berbagai nutrisi penting. Meski bermanfaat bagi tubuh, tingkat keasaman buah-buahan tersebut dapat memicu ketidaknyamanan pada sebagian orang.
Terutama bagi mereka yang mengalami refluks asam lambung atau memiliki sensitivitas terhadap makanan asam, konsumsi buah citrus bisa menimbulkan sensasi perih, mulas, atau rasa panas di dada.
Meski demikian, buah citrus tidak otomatis berbahaya jika dikonsumsi saat perut kosong. Reaksi setiap orang berbeda, sehingga waktu dan cara mengonsumsinya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Bagi yang memiliki lambung sensitif, mengonsumsi buah setelah makanan lain atau memilih buah yang tidak memicu keluhan bisa menjadi alternatif. Yang terpenting, jangan sampai kekhawatiran terhadap asam membuat konsumsi buah justru dihindari, karena buah tetap berperan penting dalam pola makan bergizi seimbang.



