Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sumut Dikepung Titik Panas, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

J
Logo BMKG. (Dok: Sumut Pos)
Logo BMKG. (Dok: Sumut Pos)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.co-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumatera Utara untuk tetap waspada menyusul terpantau 80 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah, meski kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir didominasi cerah berawan.


Advertisement

Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Defri Mandoza, menyampaikan bahwa hotspot tersebut terdeteksi sejak 24 Januari 2026 dengan tingkat kepercayaan menengah.

“Sebanyak 80 titik panas terpantau di sejumlah daerah, antara lain Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Mandailing Natal, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Simalungun, Samosir, Tapanuli Tengah, dan Toba,” ujar Defri, Minggu (25/1).

BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 11 hingga 33 derajat Celcius, dengan kelembapan udara 60–96 persen dan kecepatan angin 6–10 km/jam yang bertiup dari arah Timur hingga Barat Daya.

Advertisement

Meski secara umum cuaca relatif cerah berawan, BMKG menyebut potensi hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara lokal. Wilayah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Langkat, Deli Serdang, Medan, Serdang Bedagai, Simalungun, Karo, Dairi, Labuhanbatu Raya, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba, Tapanuli Raya, Padangsidimpuan, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, serta seluruh wilayah Kepulauan Nias.

“Pertemuan dan belokan angin di sekitar wilayah Sumatera Utara memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan ringan hingga sedang secara lokal,” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah antisipatif, terutama di wilayah yang rawan kebakaran lahan. Masyarakat juga diminta untuk selalu merujuk informasi cuaca dari sumber resmi dan tidak mudah percaya pada kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Advertisement

Selain itu, BMKG meminta kepala daerah untuk terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri dalam memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana. Informasi terkini dapat diakses melalui media sosial @infobmkgsumut, layanan call center 0821-6804-3653, atau email bbmkg1@bmkg.go.id
.

BMKG menegaskan, kewaspadaan dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam meminimalkan dampak cuaca ekstrem serta potensi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Utara.(dwi/han)

Advertisement

Artikel Terkait

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut hingga 27 Oktober, Waspada Banjir dan Longsor

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut hingga 27 Oktober, Waspada Banjir dan Longsor

BMKG memperingatkan cuaca ekstrem di Sumut pada 25–27 Oktober 2026. Waspadai hujan lebat, petir, angin kencang, banjir, dan longsor.

Bobby Nasution Pertimbangkan Kembali Lakukan Modifikasi Cuaca

Bobby Nasution Pertimbangkan Kembali Lakukan Modifikasi Cuaca

Gubsu Bobby Nasution mempertimbangkan untuk kembali melakukan modifikasi cuaca karena asap yang kembali menyelimuti Sumut.

23-25 Oktober 2026, BMKG Kembali Ingatkan Warga Sumut Waspada Cuaca Ekstrem

23-25 Oktober 2026, BMKG Kembali Ingatkan Warga Sumut Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG menginggat cuaca ekstrem pada 23 sampai 25 Oktober. Karena gelombang atmosfer dan Madden-Julian Oscillation (MJO) di Sumut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer