Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejar Capaian Target Pajak, Bapenda Kota Medan Segera Digitalisasi Wajib Pajak

J
Penulis: Juli Rambe❯
Kepala Bapenda Kota Medan, M Agha Novrian. (Dok: Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Kepala Bapenda Kota Medan, M Agha Novrian. (Dok: Markus Pasaribu/Sumut Pos)

Advertisement

 

MEDAN, SUMUT POS- Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M Agha Novrian, menyebut pihaknya akan aktif menyosialisasikan sistem digitalisasi terhadap seluruh Wajib Pajak (WP), khususnya di bidang restoran.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengejar target pajak restoran tahun 2026 sebesar Rp471 miliar lebih.

Advertisement

“Rencananya kita akan menerapkan sistem Point of Sale (POS) terhadap 1.000 WP. Wacana itu sudah kita masukkan dalam Perubahan APBD TA 2026 dan sudah disetujui. Saat ini realisasi penerimaan pajak dari sektoral restoran sebesar 64,89% atau sekitar Rp305 miliar lebih,” ucap Agha Novrian, Sabtu (12/9/2026).

Dikatakan Agha, target 1.000 WP tersebut bisa saja berubah seiring kebutuhan di lapangan. Namun, 1.000 titik tetap akan diterapkan POS.

Advertisement

“Terkadang di satu usaha itu ada dua sampai tiga kasir. Seiring dengan banyaknya jumlah kasir itu, maka di setiap kasir akan kita terapkan POS. Yang terpenting nanti yang terpasang tetap 1.000 titik. Tapi kita upayakan 1.000 WP dulu, kalau tidak bisa juga terpaksa kita sebar ke 1.000 titik saja,” ujarnya.

Disinggung perbedaan QRESTO dan digitalisasi, Agha menjelaskan bahwa tujuan keduanya sama, yakni untuk meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak restoran.

“Kalau QRESTO itu sistem split bill, di mana yang dibayarkan pengunjung itu akan terpotong otomatis antara pelaku usaha dan pajak. Sementara digitalisasi akan merangkum secara keseluruhan tanpa dipisahkan antara pajak dan keuntungan perusahaan. Kalau tujuan tetap sama, memaksimalkan perolehan PAD,” katanya.

Agha mengungkapkan, sistem POS mulai diterpakan setelah Perubahan APBD TA 2026 disahkan oleh DPRD Kota Medan.

“Begitu disahkan langsung jalan digitalisasinya. Semua perencanaannya sudah siap, kita tinggal menunggu saja. Harapannya dengan digitalisasi ini target pajak daerah dari sektor restoran bisa tercapai dan semakin maksimal,” pungkasnya. (map/ram)

Advertisement

Artikel Terkait

Jemput Bola ke Tengah Masyarakat, Bapenda Medan Raup Rp309 Juta dari PBB di Medan Amplas

Jemput Bola ke Tengah Masyarakat, Bapenda Medan Raup Rp309 Juta dari PBB di Medan Amplas

Bapenda Medan berhasil menghimpun pembayaran PBB sebesar Rp309,8 juta melalui layanan Pojok PBB dalam MPP Roadshow di Kecamatan Medan Amplas

Bapenda Medan Studi Tiru ke Kabupaten Badung, Dalami Optimalisasi PBJT Jasa Perhotelan serta PBJT Makanan dan Minuman

Bapenda Medan Studi Tiru ke Kabupaten Badung, Dalami Optimalisasi PBJT Jasa Perhotelan serta PBJT Makanan dan Minuman

Bapenda Medan melakukan studi tiru ke Kabupaten Badung. Untuk tra sformasi digital dan pendapatan asli daerah.

Bapenda Kota Medan Ajak Masyarakat Manfaatkan Pojok PBB di MPP Roadshow Medan Amplas

Bapenda Kota Medan Ajak Masyarakat Manfaatkan Pojok PBB di MPP Roadshow Medan Amplas

Bapenda Medan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan Pojok PBB untuk pengurusan pajak di Kantor camat medan amplas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer