Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sumatera Utara Capai Swasembada Pangan, Stok Beras Surplus 27 Ribu Ton

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
DPW Koalisi Muslim Milenial (KOMUNAL Sumut saat menggelar Diskusi 'Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Swasembada Pangan dan Nasib Petani Sumatera Utara', di Hotel Cordela Medan, Sabtu (31/10). (Sumut Pos/Dokumen Pribadi)
DPW Koalisi Muslim Milenial (KOMUNAL Sumut saat menggelar Diskusi 'Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Swasembada Pangan dan Nasib Petani Sumatera Utara', di Hotel Cordela Medan, Sabtu (31/10). (Sumut Pos/Dokumen Pribadi)

Advertisement

 

MEDAN,Sumutpos.jawapos.com-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami swasembada pangan yang cukup nyata dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Komoditas utama masyarakat Sumut mengalami surplus ribuan bahkan puluhan ribu ton.

Hal tersebut terungkap dalam Diskusi 'Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Swasembada Pangan dan Nasib Petani Sumatera Utara'. Diskusi diselenggarakan oleh DPW Koalisi Muslim Milenial (KOMUNAL) Sumut, di Hotel Cordela Medan, Sabtu (31/10).

Advertisement

"Per Oktober 2026, kebutuhan beras Sumut 116.433 ton, sementara produksinya 144.066 ton, kita surplus 27.633 ton. Cabe merah, kebutuhannya 9.855 ton, produksinya 14.213 ton. Kemudian cabe rawit, kebutuhan 3.712 ton, produksinya 7.514 ton. Nilai Tukar Petani (NTP) Sumut cukup jauh di atas NTP nasional yakni 157,97. Sementara nasional ada di angka 131,11," kata Koordinator Sumut Bergetar Maulana Ginting, merujuk pada data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut.

Pernyataan Maulana disambut oleh pembicara setelahnya, yakni Rektor Universitas Labuhanbatu, Ade Parlaungan Nasution. Ade setuju ada pencapaian namun ada juga kritik yang perlu dissampaikan.

Advertisement

"Angka NTP meningkat namun belum dikeluarkan data petani perkebunan. Tapi memang kita apresiasi Pak Prabowo menggeser paradigma pembangunan dari yang tadinya kapitalistik kepada sosialistik," ungkap Ade.

Sementara itu pengurus Tani Merdeka Sumatera Utara Dr Desi Novita menyampaikan, potensi Sumut di bidang pangan memang cukup berlimpah. "Alam Sumatera Utara sangat kaya dengan pertanian, holtikultura, perikanan, juga perkebunan. Kita orang sumut suka makan, dan hasil alam kita juga diekspor ke provinsi lain bahkan juga negara lain," ujar Desi.

Pembicara terakhir, yakni tokoh pemuda Sumatera Utara Surya Kurniawan, ST mengapresiasi pemerintah dalam menurunkan harga pupuk. Keberanian dan terobosan Presiden Prabowo Subianto perlu didukung dan terus dikawal generasi muda.

"Kebijakan pemerintah menurunkan HTP pupuk sebesar 20% itu perlu kita apresiasi. Dan tadi disampaikan NTP petani kita naik. Anak-anak muda perlu mengetahui ini dan terus mengawal perbaikan demi perbaikan di negara kita," papar Surya.

Diskusi diawali dengan penampilan musikalisasi puisi dan stand up comedy oleh Adellya Rosari Siregar dan M Yasir Harahap. Forum yang dibuka dengan sambutan Ketua Umum Rusdi Anshori Harahap ini turut dihadiri aktivis muda Sumatera Utara dari berbagai kalangan. (dwi/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Kapolres Tebingtinggi Turun Langsung ke Warga, Perkuat Kepedulian Lewat Program Polisi Peduli Pangan

Kapolres Tebingtinggi Turun Langsung ke Warga, Perkuat Kepedulian Lewat Program Polisi Peduli Pangan

Kapolres Tebingtinggi AKBP Hotmartua Ambarita turun langsung menyapa warga lewat Program Polisi Peduli Pangan

Pertamina Dorong Ketahanan Pangan Kampung Tua Terih, Produk Olahan Laut Tembus Malaysia dan Singapur

Pertamina Dorong Ketahanan Pangan Kampung Tua Terih, Produk Olahan Laut Tembus Malaysia dan Singapur

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kembangkan Kampung Tua Terih lewat program TJSL, jadikan produk olahan laut tembus pasar ekspor.

YDPK dan Petrasa Soroti Kerusakan Lingkungan dan Jalan di Dairi, Ketahanan Pangan Warga Terancam

YDPK dan Petrasa Soroti Kerusakan Lingkungan dan Jalan di Dairi, Ketahanan Pangan Warga Terancam

YDPK dan Petrasa menyoroti kerusakan lingkungan dan jalan di Dairi yang mengancam ketahanan pangan serta ekonomi petani.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer