Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Hari Ini, Diprediksi Jadi Puncak Arus Balik Lebaran, Dishub Sumut Antisipasi Kemacetan

Admin SP • Minggu, 14 April 2024 | 16:27 WIB
KETERANGAN: Kepala Dishub Sumut, Agustinus, saat menyampaikan keterangan. (Bagus Syahputra/Sumut Pos)
KETERANGAN: Kepala Dishub Sumut, Agustinus, saat menyampaikan keterangan. (Bagus Syahputra/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub Sumut) memprediksi, puncak arus balik Lebaran 2024 bakal terjadi selama tiga hari, yakni pada 13-15 April. Namun, arus balik ekstrem diprediksi akan terjadi hari ini, Minggu (14/4).

"Estimasi puncak arus balik paling tinggi terjadi hari ini (14/4). Tapi, puncak arus balik sudah terjadi sejak Sabtu (13/4), sampai besok (Senin, 15 April)," ungkap Kepala Dishub Sumut, Agustinus, saat dikonfirmasi, Minggu.

Agustinus menuturkan, dalam pengamatan pihaknya bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut, arus balik Lebaran lebih terurai, karena terjadi dalam periode selama tiga hari tersebut. Menurutnya, masyarakat yang sudah mulai bekerja dan sekolah akan pulang kembali pada Minggu. Sedangkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) akan bergerak pulang pada Senin, karena Selasa (16/4), aktivitas perkantoran sudah kembali aktif.

"Ada beberapa sekolah yang sudah mulai aktif besok (Senin). Tapi, (arus balik) paling ekstrem pada hari ini. Lalu lintas lebih terurai, karena arus balik sudah terjadi sejak Sabtu, hari ini, dan besok Senin. Volume kendaraan bermotor diprediksi sudah mulai normal setelah Senin. ASN libur sampai besok," tutur Agustinus.

Agustinus juga menjelaskan, antisipasi pada arus balik Lebaran ini, didominasi kepadatan jalur yang berada di objek wisata. Sehingga menimbulkan volume kendaraan bermotor melebihi kapasitas jalan. Dampaknya, terjadi kemacetan di sekitar lokasi wisata, seperti di kawasan Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, dan Berastagi, Kabupaten Karo.

Dia mengatakan, aktivitas masyarakat cukup padat terjadi di kawasan Danau Toba untuk berlibur Lebaran. Hal itu, terlihat dari volume kendaraan hingga aktivitas penyeberangan di Danau Toba, yang meningkat mencapai 62 persen.

"Dominan dilihat pada Sabtu di lokasi wisata. Di Danau Toba luar biasa, untuk penyebrangan sudah sampai 62 persen peningkatannya," beber Agustinus.

Agustinus bersama stakeholder terkait, pun melakukan pengawasan dan pemantauan jalur-jalur lalu lintas di kawasan objek wisata. Termasuk, melakukan pelarangan sementara kendaraan bermotor pengangkut logistik.

"Kami fokus daerah tujuan wisatawan di Berastagi dan Parapat. Kalau di Berastagi sudah jelas, ada pembatasan untuk pengangkutan barang," katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya bersama kepolisian sudah melakukan antisipasi kemacetan parah, dengan melakukan pengalihan arus lalu lintas, seperti Pematangsiantar ke Parapat, sudah ada pengalihan jalan alternatif sebelum ke arah Medan di Parapat.

"Kalau macet, atau volume kendaraan bermotor di ruas jalan sudah over kapasitas, bagaimana (kemacetan) itu terurai dan lancar?" tegas Agustinus.

Agustinus menjelaskan, belum 100 persen pemudik kembali ke Sumut dari berbagai daerah di Indonesia. Karena, puncak arus balik terjadi selama tiga hari hingga besok.

"Kalau 100 persen pemudik balik belum. Diperkirakan 100 persen, besok. Kita lihat nanti data pergerakan setiap moda," ujarnya.

Dia pun mengimbau masyarakat dan pengguna kendaraan bermotor untuk tertib lalu lintas, mengikuti rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan, untuk mengantisipasi terjadi kemacetan parah.

"Yang penting pada prinsipnya, para pengguna jalan di daerah wisata, pasti terjadi kepadatan lalu lintas. Dan kalau sudah terjadi kemacetan, jangan lagi mengambil lajur lawan arah, itu akan menimbulkan kemacetan yang lebih parah lagi," tegas Agustinus.

Agustinus mengatakan, kerap terjadi pengguna kendaraan bermotor bila terjadi kemacetan mengambil lajur lawan arah, jadi macet parah tak terhindarkan.

"Kalau semua tertib, tidak mengambil lajur lawan arah, kemacetan dapat segera terurai dengan cepat. Kadang ini, enggak, lajur dilapis-lapis, jadi macet parah. Mengurangi yang stagnan itu sulit," jelasnya.

Dia juga mengatakan, dalam pemantauan aktivitas lalu lintas selama arus balik, Dishub Sumut menggunakan aplikasi Google Map, termasuk melakukan koordinasi antar-instansi melalui virtual di aplikasi zoom.

"Monitor dengan teman-teman Polda Sumut melalui zoom. Kalau di google map kuning mendekati merah, langsung dilihat titik kemacetannya, apa penyebabnya. Sekarang lebih gampang," pungkasnya. (gus/saz)

KETERANGAN: Kepala Dishub Sumut, Agustinus, saat menyampaikan keterangan. (Bagus Syahputra/Sumut Pos)

Editor : Redaksi
#puncak arus balik