MEDAN, sumutpos.Jawapos.com-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara Fraksi Partai NasDem, Berkat Laoly menguak adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum ASN di Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Nial Selatan (Nisel) kepada guru-guru penerima tunjangan yang bertugas di daerah terpencil (Dacil)
Berkat mengatakan, pungutan liar ini dilakukan oknum ASN tersebut kepada guru-guru SMA/SMK yang menerima tunjangan daerah terpencil (Dacil) yang dibayarkan per triwulan.
"Semalam di paripurna saya sampaikan pada gubernur dan wakil gubernur terkait laporan dan keluhan dari guru guru di Nias Selatan,"ujar DPRD Sumut Dapil VIII Nias, Berkat Kurniawan Laoli, Jumat (23/5).
Politisi Partai NasDem ini menerangkan, secara teknis memang gaji tersebut masuk langsung ke rekening para guru-guru tersebut. Namun dalam prakteknya ada semacam kesepakatan yang dibuat agar mereka menyetor kembali pada oknum ASN.
"Memang itu kirim ke rekening mereka, namun sudah dibuat semacam kesepakatan kepada penerima dacil itu, artinya ketika mereka terima duitnya, baru mereka setor," ujarnya.
"Jadi ada oknum disekolah masing masing yang menjadi tim penerima duit tersebut. Jadi itulah yang kemudian disetor mereka 30 persen," sambungnya.
Berkat mengakui, dirinya mendapat laporan tersebut dilengkapi dengan bukti transfer dari berapa guru yang menyetorkan. Mirisnya lagi, kata Berkat, para guru-guru ini diancam akan dicoret dari data penerima Dacil bila tidak mau menyetor.
"Tadi saya sampaikan supaya itu di tindak, dipanggil, bayangkan saja kalau guru di Nias Selatan itu gurunya yang mendapatkan 300 orang guru, kali 30 persen, berapa mereka bisa dapat," ungkapnya.
"Sementara guru guru yang mayoritas mendapatkan dana ini, adalah guru-guru GTT dana Bos. Sudah gaji hanya 500 ribu satu bulan, dacil juga dihajar sama oknum oknum ini," sambungnya.
Lebih lanjut, Berkat mengatakan praktek pungli seperti ini sudah seharusnya ditindak dengan cepat. Dia juga meyakini praktek pungli ini tidak hanya di Nias Selatan, di daerah lain juga ada prakter ini.
"Cuman belum ada yang berani mengungkapkan, Tadi pak wakil gubernur menanyakan apa itu dacil, dan beliau bilang akan menindak lanjuti. Mudah mudahan itulah hasilnya," pungkasnya.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan