Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kajatisu di PWI Sumut: "Jaksa Jangan Cawe-cawe Proyek dan Main Dana Desa"

Johan Panjaitan • Sabtu, 27 September 2025 | 17:30 WIB
CENDERAMATA: Kajatisu, Dr. Harli Siregar, SH, MH bertukar cenderamata dengan etua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, SE. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
CENDERAMATA: Kajatisu, Dr. Harli Siregar, SH, MH bertukar cenderamata dengan etua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, SE. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

MEDAN,Sumutpos.jawapos.com-Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), Dr. Harli Siregar, SH, MH menegaskan kembali komitmennya menjaga integritas penegakan hukum sekaligus mempererat sinergi dengan insan pers. Hal itu disampaikan saat kunjungan silaturahmi ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut di Jalan Adinegoro, Medan, Jumat (26/9/2025) sore.

Harli hadir bersama Kajari Medan Fajar Syahputra, SH, MH, Plh Kasi Penkum Kejatisu Muhammad Husairi, SH, MH, serta Kasi Intelijen Kejari Medan Dapot Dariarman, SH, MH. Kehadiran mereka disambut Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, SE didampingi jajaran pengurus.

Ketua PWI Sumut Farianda menilai, gebrakan Harli selama tiga bulan menjabat Kajatisu berhasil mengubah citra lembaga yang sebelumnya terkesan “tertutup” bagi pers.

“Kalau dulu Kejatisu terkesan menakutkan untuk mendapatkan informasi, sekarang situasinya berubah. Media sudah lebih mudah mengakses informasi,” ujarnya.

Selain itu, Harli juga aktif mengajak insan pers berolahraga bersama guna memperkuat sinergi antara Adhyaksa dan pers.

Farianda menambahkan, gebrakan Kejatisu dalam penegakan hukum membuat pelaku korupsi kian terpojok. Beberapa kasus besar yang berhasil diungkap antara lain:

1. Dugaan korupsi di Bank Sumut KCP Melati yang kini disidangkan di Pengadilan Tipikor Medan.

2. Penahanan dua eks Direktur PT Pelindo I dan Dirut PT Dok terkait pengadaan kapal tunda yang merugikan negara Rp92 miliar.

3. Pengusutan penjualan aset PTPN I Regional kepada PT Citraland yang diduga menimbulkan kerugian negara besar.

“Pengungkapan kasus besar ini tentu sangat dinantikan masyarakat Sumut,” kata Farianda.

Menanggapi hal itu, Harli menegaskan dirinya membawa dua prinsip utama untuk mendukung pembangunan di Sumut.

“Saya sebagai penegak hukum tidak bisa memberi uang, tapi kami menjaga dan mengawasi agar pembangunan berjalan sebagaimana mestinya. Jaksa jangan cawe-cawe dengan proyek dan jangan main-main dengan Dana Desa,” tegasnya.

Baca Juga: BI Jaga Rupiah di Kisaran Rp 16.600 – Rp 16.800 per USD Lewat Operasi Pasar

Menurut Harli, praktik kongkalikong antara aparat penegak hukum dengan oknum pemerintah daerah selama ini kerap menciderai pelayanan publik. Untuk itu, ia menekankan pentingnya membersihkan institusi kejaksaan dari praktik tersebut.

“Kalau kita mau tegas memberantas korupsi, harus dimulai dari aparat penegak hukum sendiri. Jaksa tidak boleh dijadikan tumbal oleh oknum yang menuduh bermain proyek,” ujarnya.

Mantan Kapuspenkum Kejagung ini juga menegaskan dirinya membatasi pertemuan dengan kepala daerah maupun OPD.

“Ini bukan pencitraan. Tapi kalau mau konsisten dalam pencegahan dan pemberantasan tipikor, Kajatisu harus membatasi diri,” tandasnya.

Silaturahmi yang berlangsung hangat itu ditutup dengan saling bertukar cinderamata antara Kajatisu Harli Siregar dan Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik sebagai simbol kebersamaan.(rel/han)

Editor : Johan Panjaitan
#penegakan hukum #Kajatisu #komitmen #pwi sumut #insan pers