MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa dalam sepekan ke depan, wilayah Sumatera Utara (Sumut) akan mengalami potensi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Budi Prasetyo, menyampaikan hal ini di Medan, Minggu (9/11). Ia menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh aktivitas Tropical Cyclone (TC) Fung Wang di perairan Filipina dan adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia barat daya Sumatera.
“Kondisi ini menyebabkan massa udara bergerak menuju dua wilayah tersebut, sehingga angin yang melintas di Sumut berasal dari barat daya hingga timur laut dengan kecepatan rata-rata 5–20 km/jam,” jelas Budi.
Ia menambahkan, kelembapan udara di wilayah Sumut berkisar antara 65–99 persen, dengan suhu udara antara 16–33 derajat Celcius. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kepulauan Nias, pesisir dan lereng barat seperti Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, Tapanuli Selatan (Tapsel), Mandailing Natal (Madina), Humbang Hasundutan (Humbahas), dan Tapanuli Utara (Taput). Selain itu, potensi hujan juga terjadi di sebagian wilayah timur Sumut seperti Deli Serdang, Medan, Langkat, Simalungun, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Labuhanbatu Utara (Labura), dan Asahan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah pesisir barat dan timur, serta daerah lereng,” ujar Budi.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi. “Tetap pantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG agar bisa mengantisipasi dampak cuaca ekstrem,” pungkasnya.(dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan