Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kadinkes Bantah Flu Singapura Telah Masuk Karo

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Kantor Dinas Kesehatan Karo. (Istimewa/Sumut Pos
Kantor Dinas Kesehatan Karo. (Istimewa/Sumut Pos

KARO, Sumutpos.jawapos.com-Dinas Kesehatan Kabupaten Karo belum ada menerima laporan atau temuan terkait adanya warga yang terpapar penyakit Flu Singapura di Bumi Turang. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Karo, dr. Immanuel Sinuhaji, Sp.PA membantah kabar yang menyebut beberapa warga Karo, khususnya anak-anal telah terjangkit Flu Singapura.


Advertisement

"Sampai hari ini kita (Dinas Kesehatan Karo) belum ada menerima laporan adanya warga yang terpapar Flu Singapura. Baik dari Puskesmas-puskemas maupun rumah sakit yang ada di Kabupaten Karo," tegasnya saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (13/1) siang.

Karena alasan itulah Immanuel memastikan, hingga saat ini belum ada temuan flu Singapura di Kabupaten Karo. "Belum ada kasus Flu Singapura di Tanah Karo. Maaf ya, kami sedang zoom bersama bupati dan gubernur," tandas Kadinkes yang baru dilantik Bupati Karo, Antonius Ginting pada akhir Desember 2025 lalu itu.

Seperti diketahui, kasus Flu Singapura ini sempat membuat panik warga, khususnya para ibu rumah tangga. Dimana salah satu kanal media sosial facebook Karo News menyebutkan saat ini di Kabupaten Karo sudah ada beberapa anak terkena Flu Singapura dan relah menjalani isolasi mandiri.

Advertisement

Dalam postingan tersebut juga menyarankan para orangtua melakukan isolasi mandiri terhadap anaknya yang telah terpapar agar tidak menulari anak lainnya. Postingan tersebut sontak tersebar luas hingga membuat geger dan cemas warga.

 

"Berarti informasi yang beredar itu nggak jelas ya. Maunya janganlah menyebar berita hoaks, kami para ibu-ibu ini jadi kawatir. Apalagi saat ini cuaca di Karo memang sedang tak menentu," protes Sri Ginting (37), salah seorang warga Kecamatan Barusjahe.

Advertisement

Seperti diketahui, Flu Singapura (Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut/HFMD) menyebar melalui kontak langsung air liur, bersin, atau menyentuh permukaan terkontaminasi, dengan gejala khas berupa demam, sakit tenggorokan, dan munculnya sariawan/lepuhan nyeri di mulut, tangan, kaki, dan bokong, yang dimulai 3-6 hari setelah terpapar.

Penyakit ini sangat menular dan sering menyerang anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa terkena, jadi penting untuk menjaga kebersihan dan menghindari kontak dekat dengan penderita. Penyakit ini bisa menyebar melalui udara, baik dsri percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Bisa juga dengan kontak langsung seperti menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus (gagang pintu, mainan, alat makan) lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata. Kontak dekat dengan penderita, bahkan setelah gejala hilang (virus bisa bertahan di tubuh). Penyebaran juga bisa melalui tinja penderita.

Gejala Utama penyakit ini biasanya muncul 3-6 hari setelah infeksi (masa inkubasi). Gejala awalnya berupa demam, sakit tenggorokan membuat sulit makan dan minum. Sariawan/lepuhan, luka merah nyeri di lidah, gusi, dan pipi bagian dalam.

Ruam merah muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang bokong, bisa berisi cairan tapi tidak gatal. Anak-anak yang terpapar menjadi lebih rewel, nyeri perut, lemas. Nafsu makan menurun karena sakit mulut dan tenggorokan. (deo)

Advertisement

Artikel Terkait

KPU Paluta Gandeng PWI Edukasi Pelajar soal Jurnalistik Pemilu, Cegah Hoaks Sejak Dini

KPU Paluta Gandeng PWI Edukasi Pelajar soal Jurnalistik Pemilu, Cegah Hoaks Sejak Dini

KPU Paluta gandeng PWI edukasi pelajar SMKS Tondini Nusantara tentang jurnalistik pemilu, literasi digital, dan bahaya hoaks.

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Hadi Suhendra Serukan Selamatkan Pemuda Medan dari Narkoba, Judol, dan Hoaks

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Hadi Suhendra Serukan Selamatkan Pemuda Medan dari Narkoba, Judol, dan Hoaks

Hadi Suhendra ajak pemuda Medan lawan narkoba, judi online, dan hoaks demi menjaga persatuan serta membangun generasi produktif.

BPJS Kesehatan Tegaskan Program JKN Tidak Dihapus, Isu Kopdes Merah Putih Hoaks

BPJS Kesehatan Tegaskan Program JKN Tidak Dihapus, Isu Kopdes Merah Putih Hoaks

BPJS Kesehatan membantah isu penghapusan JKN dan penggantian dengan Klinik Kopdes Merah Putih. Program JKN dipastikan tetap berjalan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer