Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teh Berbahaya bagi Anak, Bisa Hambat Penyerapan Zat Besi

R
Penulis: Redaksi❯
ilustrasi, teh merupakan minuman yang cenderung kurang baik dikonsumsi anak. (Freepik.com)
ilustrasi, teh merupakan minuman yang cenderung kurang baik dikonsumsi anak. (Freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Minuman teh bagi sebagian orang adalah sesuatu yang biasa, bahkan untuk dikonsumsi anak


Advertisement

Melansir Very Well Health dan WebMD, Rabu (4/2/2026), faktanya, teh sebaiknya diwaspadai karena berbahaya bagi perkembangan anak.

Ini karena ada beberapa senyawa dalam teh yang perlu jadi perhatian sebelum dikonsumsi anak. Berikut di antaranya:

1. Tanin
Teh mengandung sejumlah senyawa yang bisa berbahaya untuk tumbuh kembang anak.

Advertisement

Tanin merupakan senyawa yang memberikan warna merah kecokelatan gelap dan rasa teh yang kuat.

Tanin adalah salah satu jenis polifenol yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang bermanfaat untuk kesehatan.

Hanya saja, tanin dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan.

Advertisement

Sementara zat besi merupakan salah satu nutrisi penting bagi tumbuh kembang anak.

2. Kafein
Beberapa jenis teh, seperti teh hitam dan teh hijau, juga mengandung kafein.

Kafein memengaruhi anak dan dewasa dengan cara yang sama. Hanya saja, dampak kafein pada anak kemungkinan akan lebih mudah muncul dibandingkan dewasa.

Beberapa efek samping asupan kafein di antaranya gelisah, sakit perut dan muntah, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, sulit tidur, dan detak jantung lebih cepat.

3. Sifat diruretik
Masih dari senyawa kafein, konsumsi teh pada anak juga bisa meningkatkan intensitas buang air kecil.

Pasalnya, kafein sendiri dikenal bersifat diuretik. Dengan begitu, asupan teh berkafein bisa memicu dehidrasi pada anak.

Para ahli pun menyarankan untuk berhati-hati dalam memberikan teh untuk si kecil.(lin)

Advertisement

Artikel Terkait

Ragam Faktor Penyebab Obisitas pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Ragam Faktor Penyebab Obisitas pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Obesitas pada anak dipengaruhi pola makan, kurang gerak, stres, tidur, genetik, dan lingkungan. Kenali faktor risikonya sejak dini!

Kasus Influenza A Meningkat, Anak Usia 0–4 Tahun Jadi Kelompok Paling Banyak Terinfeksi

Kasus Influenza A Meningkat, Anak Usia 0–4 Tahun Jadi Kelompok Paling Banyak Terinfeksi

Kasus influenza A meningkat menjelang akhir tahun. Anak usia 0–4 tahun menjadi kelompok paling banyak terdeteksi terinfeksi.

Kolaborasi FK USU dan The Kitakyushu University Pulihkan Kesehatan Anak dan Perkuat Mitigasi Bencana

Kolaborasi FK USU dan The Kitakyushu University Pulihkan Kesehatan Anak dan Perkuat Mitigasi Bencana

FK USU dan The Kitakyushu University pulihkan kesehatan anak korban banjir Langkat sekaligus perkuat mitigasi bencana.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer