Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

El Nino Datang, Indonesia Masih Diguyur Hujan Ekstrem

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Logo BMKG. (Dok: Sumut Pos)
Logo BMKG. (Dok: Sumut Pos)

Advertisement

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Indonesia resmi mulai memasuki fase El Nino. Namun, alih-alih langsung disergap musim kemarau kering dan langit tanpa hujan, sebagian wilayah justru masih diguyur hujan lebat disertai cuaca ekstrem.

Fenomena yang tampak “bertolak belakang” itu kini menjadi perhatian serius para ahli meteorologi. Sebab, di tengah sinyal pengeringan atmosfer akibat El Nino, dinamika cuaca regional justru masih aktif menyuplai pembentukan awan hujan dalam skala besar.

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di berbagai daerah melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Pada periode 14–17 Mei 2026, suhu maksimum mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius di sejumlah wilayah mulai dari Sumatra Utara, Jawa, Kalimantan hingga Papua Barat.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdani, menjelaskan lonjakan suhu tersebut dipicu minimnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari yang menyebabkan pemanasan permukaan bumi berlangsung sangat intensif.

“Panas ekstrem ini memicu penguapan air dalam jumlah besar. Kondisi tersebut kemudian mendukung pembentukan awan konvektif secara masif pada sore hingga malam hari,” ujarnya, Rabu (21/5).

Menurut Andri, situasi itu membuat hujan deras hingga kategori ekstrem masih berpotensi terjadi secara sporadis di banyak daerah, meski indikator global menunjukkan Indonesia mulai masuk fase El Nino.

Secara klimatologis, sinyal kemunculan El Nino memang semakin kuat. BMKG mencatat nilai Southern Oscillation Index (SOI) turun ke angka minus 7,4. Sementara indeks NINO 3.4 naik ke level positif 0,52—dua indikator utama yang menandakan pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik tengah mulai berkembang.

Dalam kondisi normal, El Nino identik dengan penurunan curah hujan di Indonesia akibat berkurangnya pasokan uap air. Namun kali ini, pengaruh tersebut belum dominan sepenuhnya.

BMKG menilai masih ada “mesin penggerak” atmosfer lain yang bekerja aktif di kawasan Indonesia, sehingga pembentukan awan hujan tetap berlangsung intens.

Advertisement

Artikel Terkait

BMKG Prakirakan Sepekan Kedepan Sumut Dilanda Hujan

BMKG Prakirakan Sepekan Kedepan Sumut Dilanda Hujan

BMKG memprediksi cuaca di Sumatera Utara akan dilanda hujan seminggu ke depan. Karena fenomena MJO yang berada di fase 2.

Sejumlah  Wilayah di Sumut Berpotensi Hujan Lebat, Warga Langkat hingga Madina Diminta Waspada

Sejumlah Wilayah di Sumut Berpotensi Hujan Lebat, Warga Langkat hingga Madina Diminta Waspada

BMKG peringatkan potensi hujan lebat di Langkat, Humbahas, Tapteng, Tapsel, dan Madina dalam tiga hari ke depan. Warga diminta waspada banji

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Diperpanjang, BMKG Minta Warga Sumut Waspadai Banjir dan Longsor

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Diperpanjang, BMKG Minta Warga Sumut Waspadai Banjir dan Longsor

BMKG perpanjang peringatan dini cuaca ekstrem di Sumut hingga 1 November 2026. Warga diminta waspada banjir dan longsor.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer