Megamendung Jadi Persinggahan Raptor Migran, 915 Catatan Pengamatan Terkumpul

BOGOR, SUMUT POS – Kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi salah satu titik penting persinggahan burung pemangsa atau raptor dalam perjalanan migrasi.
Dalam kegiatan Megamendung Bird Migration Watch 2026 yang berlangsung pada 16-18 Oktober 2026, tercatat 915 pengamatan terhadap tiga jenis raptor migran.
Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Paseban bersama Burung Indonesia dan Raptor Indonesia (RAIN) ini bertujuan memperkuat pengetahuan mengenai jalur migrasi burung di kawasan Eastern Asia Flyway, sekaligus mendorong perlindungan habitat persinggahan di Megamendung.
Ketua Umum Yayasan Paseban, Wahdi Azmi, mengatakan, migrasi burung menunjukkan keterhubungan ekosistem lintas wilayah dan negara. Karena itu, kelestarian habitat menjadi faktor penting yang menentukan keberlangsungan perjalanan burung-burung tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kita menyambut para musafir langit yang melintasi benua dan menembus cakrawala. Kita mengamati dan mencatat mereka, tetapi sesungguhnya mereka juga sedang mencatat apa yang telah kita perbuat terhadap alam,” ujar Wahdi.
Ia mengingatkan, perjalanan ribuan kilometer yang ditempuh burung migran akan sia-sia jika habitat yang menjadi tujuan mereka telah rusak akibat aktivitas manusia.
“Jangan sampai mereka masih memiliki sayap untuk terbang, tetapi tak lagi memiliki hutan untuk pulang,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, tercatat 828 pengamatan elang-alap Cina (Accipiter soloensis), 76 pengamatan sikep-madu Asia (Pernis ptilorhynchus), dan 11 pengamatan elang-alap Nipon (Accipiter gularis).
Angka tersebut merupakan jumlah catatan pengamatan, bukan jumlah pasti individu burung yang berbeda. Selain raptor migran, peserta juga mencatat jenis burung migran lainnya, 54 jenis burung lokal, serta beragam jenis amfibi dan reptil.


