SUMUT POS- Erick secara resmi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menggantikan Dito Ariotedjo yang terjena reshuffle.
Dalam dunia olahraga, Erick Thohir bukanlah pemain baru. Dia dikenal sebagai pembisnis yang bergerak dalam dunia hiburan.
Erick Thohir diketahui sebagai pendiri Mahaka Group yang bergerak di bisnis hiburan dan olahraga, termasuk memiliki klub bola basket nasional Satria Muda. Pria berusia 55 tahun itu juga pernah berstatus sebagai pemilik klub NBA Philadelphia 76ers.
Dalam dunia sepakbola, rekam jejak Erick tak kalah mentereng. Dia pernah mengakuisisi salah satu klub sepakbola Italia, Inter Milan pada November 2013, sekaligus sebagai presiden klub tersebut selama kurang lebih lima tahun.
Erick juga memiliki klub sepakbola Amerika Serikat D.C United. Bahkan, saat ini dia memiliki saham mayoritas bersama Anindya Bakrie, Oxford United.
Sementara untuk klub-klub sepakbola dalam negeri, Erick juga memiliki saham di Persis Surakarta, pernah menjadi Komisaris Utama Persib Bandung dan manajer Persija Jakarta pada tahun 1997 hingga awal 2000-an.
Belum sampai di situ, perjalanan Erick Thohir dalam dunia olahraga juga diakui di kancah internasional. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade masa bakti 2015-2019, menggantikan Rita Subowo.
Erick juga menjadi bagian dari kepengurusan International Olympic Committee (IOC) pada Juni 2019. Dia menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi bagian IOC Members setelah Rita Subowo sejak tahun 2007.
Selain itu, Erick juga menjabat sebagai anggota Central Board Federasi Bola Basket Internasional FIBA dalam dua periode. Tahun pertama pada 2015, kemudian dilanjutkan tahun 2019 hingga 2023, ia terpilih kembali.
Perjalanan Erick Thohir dalam dunia olahraga memang seolah tak pernah berhenti. Saat ini, ia bahkan masih menjabat sebagai Ketua Umum PSSI hingga 2027 mendatang.
Kini, setelah dipastikan menjadi Menpora, maka tugas Erick memastikan olahraga Indonesia berprestasi menjadi bertambah.
Apalagi olahraga Indonesia memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan. Mulai dari persiapan SEA Games pada Desember mendatang, Asian Games 2026, dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Olahraga Indonesia juga tengah dihadapkan pada ancaman sanksi Badan Anti Doping Dunia (WADA) karena melihat tidak adanya keaktifan status program anti-doping di Indonesia.
Erick Thohir juga dianggap berani karena mengapis mafia dalam dunia olahraga, terutama sepakbola. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe