MEDAN, SUMUT POS- Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, Kamis (5/3/2026) malam. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memadati SPBU setelah muncul kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Pantauan di SPBU Jalan AH Nasution, menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU. Barisan sepeda motor bahkan mencapai ratusan meter dari pintu masuk, menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.
Sejumlah pengendara mengaku harus menunggu antara 25 hingga 30 menit untuk bisa mengisi bahan bakar. Mereka memilih tetap mengantre karena khawatir stok BBM akan sulit didapat dalam beberapa hari ke depan.
Seorang warga, Jhony Sembiring, mengatakan kepadatan di SPBU diduga dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan BBM yang ramai dibicarakan di media sosial. Menurutnya, banyak warga memilih mengisi BBM lebih awal sebagai langkah antisipasi jika terjadi kesulitan memperoleh bahan bakar.
“Antrian hari ini paling signifikan. Dari sore sampai malam semakin panjang, bahkan ada yang sampai sekitar 500 meter,” ujarnya.
Meski demikian, Jhony mengaku dirinya tidak membeli BBM secara berlebihan. Ia hanya mengisi bahan bakar secukupnya untuk kebutuhan bekerja pada hari berikutnya.
“Untuk saat ini saya hanya isi biasa saja. Setahu saya pemerintah juga menyebut stok BBM masih cukup sekitar 20 hari,” katanya.
Keluhan juga datang dari pengendara lain bernama Kacaribu, yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis solar dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut kekosongan solar terjadi di beberapa daerah di Sumatera Utara.
“Saya sudah cari solar minggu ini, banyak yang kosong. Yang saya tahu di Tanah Karo, Medan sampai Dairi juga susah,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, ia bahkan harus mengantre hingga satu jam untuk mendapatkan solar di SPBU. “Harganya masih normal, tapi yang sulit itu dapatnya,” bebernya.
Selain di Jalan AH Nasution, antrean panjang kendaraan juga terlihat di sejumlah SPBU lain di Kota Medan, seperti SPBU Ngumban Surbakti, SPBU Jamin Ginting, dan SPBU Johor.
Fenomena ini diduga berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap isu global yang berpotensi memengaruhi distribusi energi, sehingga memicu aksi membeli BBM lebih cepat dari biasanya. (man/ram)
Editor : Juli Rambe