Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ribuan Warga Aceh Tamiang Nikmati Sumur Bor dari Indosat

Juli Rambe • Sabtu, 7 Maret 2026 | 04:00 WIB

BINCANG: VP-Head of Region Northern Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, Anjar Budi Kurniawan saat berbincang dengan warga Rita Zahara. (Dok: Juli Ramadhani Rambe/Sumut Pos)
BINCANG: VP-Head of Region Northern Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, Anjar Budi Kurniawan saat berbincang dengan warga Rita Zahara. (Dok: Juli Ramadhani Rambe/Sumut Pos)

 

SUMUT POS- Rita Zahara, penghuni hunian sementara Huntara Danantara di Desa Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, baru saja mengangkat pakaiannya yang sudah kering.

Di sekitarnya, tampak anak- anak bermain di play ground yang dibangun. Tak lama, Rita Zahara kembali keluar dengan menenteng ember berwarna hitam.

"Saya mau ambil air untuk minum di sana," katanya dengan logat khas Aceh yang kental.

Dia berjalan pelan, dan meletakkan ember bawannya di bawah kran yang mengeluarkan air bersih.

"Syukur sekali ada air bersih. Saat bencana, air bersih yang paling penting. Anak- anak tidak bisa minum, padahal itu yang paling penting," ujarnya.

Air telah memenuhi ember, Rita pun mematikan kran dan mengangkat ember untuk di bawa ke dalam rumah.

Tak lama, diapun kembali keluar dan mulai menceritakan pengalamannya saat mengjadapi bencana banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang pada 27 November 2025 yang lalu.

"Air mulai masuk pukul 1 malam, saya dan suami hanya bisa menyelamatkan anak- anak. Sisanya kami tinggal," ujarnya.

Kesedihan sangat tampak di wajahnya yang letih, apalagi saat harus diingatkan tentang perasaannya melihat rumahnya habis disapu air dan lumpur.

"Hanya baju di badan," katanya sambil tersenyum getir.

Selama beberapa hari, Rita Zahara dan keluarganya hanya bisa menunggu. Semua infrastruktur rusak yang membuat dirinya kesulitan meminta pertolongan.

"Paling sedih saat dengar anak minta minum. Kita hanya menampung air hujan untuk kebutuhan minum dan lainnya," tambahnya.

Seminggu kemudian, bantuan mulai berdatangan. Rita dan keluarga pun mulai tinggal di tenda- tenda penampungan. Dia sudah memakai baju baru dari bantuan dan bisa makan dengan layak.

"Tapi, air bersih sangat terbatas. Kita dijatah karena banyak juga yang butuh," ungkapnya.

Akhir Desember, harapan kembali muncul. Tepatnya saat dia mendengar akan ada bantuan pembangunan air bor. 

"Di Desember, saya merasa harapan muncul. Kami mendapatkan informasi akan ada dibangun air bersih di dekat hunian kami, dan rasa syukur tidak terkira saat itu," tambahnya.

Satu persatu masalah yang dihadapipun mulai teratasi, kini Rita Zahara dan ratusan rumah tangga lainnya sudah dapat bernafas lega. Selain mendapatkan tempat tinggal, warga pun tidak kesulitan untuk mendapatkan air bersih lagi.

"Di hunian ini, ada ratusan rumah sementara. Walau kami memakai kamar mandi bersama, kami sangat bersyukur karena sudah ada air bersih untuk minum. Ribuan orang terbantu dari sumur bor ini," tutupnya.

Indosat Bangun 10 Sumur Bor di Aceh

Pascabencana Sumatera di Aceh Tamiang,Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) membuat 10 sumur bor yang terdampak bencana di Aceh Tamiang.

Salah satunya berlokasi di Masjid Darussalam, Desa Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. 

Lokasi ini satu komplek dengan Huntara Danantara yang dibangun oleh pemerintah.

VP-Head of Region Northern Sumatera, Anjar Budi Kurniawan, mengatakan pembuatan sumur bor ini merupakan inisiatif karena akses warga yang sulit akan air bersih.

"Saat bencana, berbagai infrastruktur rusak. Bahkan, sumber mata air warga tertutup lumpur setelah banjir. Saat masa transisi dari bencana ke pemulihan, hujan justru tidak turun dan lumpur mengering, sehingga warga sangat kekurangan air bersih," ujar Anjar Budi saat meninjau langsung salah satu sumur bor di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, dalam kegiatan Ekspedisi Jaringan Andal.

Inisiatif itupun dibuat jadi kenyataan dengan membangun kedalaman mencapai 70 meter.

"Kita pakai tekhnisi khusu untuk pembuatan sumur bor ini. Sumur yang kita bangun ini mencapai 70 meter, sehingga airnya benar-benar jernih dan pengerjaannya dilakukan dengan sangat baik agar bisa digunakan masyarakat dalam jangka panjang," tambahnya.

Ada 2 fasilitas yang bisa digunakan masyarakat. Satu aliran air yang khusus untuk minum, sedangkan satu lagi khusus untuk mencuci pakaian.

Karena posisi sumur bos ini bersebelahan dengan Masjid Daeussalam, jamaah masjid juga menggunakan untuk wudhu dan kebutuhan lainnya.

Selain di Desa Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Indosat juga membangun sumur bor lainnya di 5 titik di Kabuoaten Aceh Tamiang. 2 titik di Bener Meriah, 1 titik di Pidie Jaya, dan 1 Titik di Aceh Utara.

"Pembangunan sumur bor ini untuk mempercepat recovery masyarakat yang terdampak bencana. Terutama terkait kesehatan mereka dan kebutuhan akan air bersih," tutupnya. (ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Indosat bangun sumur bor di aceh tamiang #Bencana di aceh tamiang #Bencana Sumatera #indosat