Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yolla Yuliana dan Beban Predikat “Miss Grand Final”

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Yolla Yuliana. (volleyballinfo)
Yolla Yuliana. (volleyballinfo)

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Nama Yolla Yuliana kian lekat dengan panggung puncak kompetisi voli nasional. Sejak pandemi Covid-19, pevoli andalan Indonesia itu selalu sukses mengantar tim yang dibelanya menembus babak grand final Proliga. Ia meraih gelar juara bersama Bandung BJB Tandamata pada 2022, lalu kembali tampil di partai puncak bersama Jakarta Pertamina Fastron (2023), Jakarta Electric PLN (2024), dan Jakarta Popsivo Polwan (2025).


Advertisement

Catatan impresif tersebut melahirkan julukan tak resmi: Miss Grand Final. Predikat yang diharapkan kembali melekat saat Yolla mengenakan seragam Jakarta Livin Mandiri (JLM) pada Proliga musim 2026. Namun, di balik konsistensi prestasi itu, Yolla mengakui ada beban tersendiri yang harus ia pikul.

“Ya memang beban pasti ada di masing-masing pemain. Tapi jadi lebih terasa karena ada anggapan, kalau ada Yolla pasti final,” ujar Yolla saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta.

Di usia 31 tahun, bayang-bayang pensiun kerap menghampiri pevoli berpostur 180 cm tersebut. Faktor cedera yang berulang, ditambah perannya sebagai seorang ibu, membuatnya beberapa kali berada di persimpangan antara melanjutkan atau mengakhiri karier.

Advertisement

“Sering kali bilang ke diri sendiri, kayaknya udah deh tahun ini. Tapi di hati malah seperti tertantang untuk melawan diri sendiri. Cedera sedikit, ayo recovery lagi,” tuturnya.

Tantangan lain datang dari komposisi skuad Jakarta Livin Mandiri yang didominasi pemain muda, bahkan ada yang masih berusia 14 tahun. Usia yang, menurut Yolla, justru menjadi pemantik semangat baru.

“Saya di angka 30-an sendiri. Itu jadi PR tersendiri di klub baru ini. Tapi justru bikin saya semakin terpacu. Semoga di Proliga 2026 ini energi terbaik saya bisa keluar,” harapnya.

Advertisement

Dengan pengalaman panjang dan mental juara yang telah teruji, Yolla Yuliana tak sekadar menjadi simbol konsistensi menuju final. Ia kini juga menjelma figur panutan, yang membuktikan bahwa usia, cedera, dan tekanan bisa dilawan dengan keteguhan hati dan semangat kompetitif yang tak pernah padam.

Advertisement

Artikel Terkait

Tebingtinggi Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026, Ambang Batas Naik Jadi 90

Tebingtinggi Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026, Ambang Batas Naik Jadi 90

Pemko Tebingtinggi meraih predikat Informatif KI Sumut Award 2026. Standar penilaian naik, transparansi publik jadi tantangan.

Baru Terbentuk, KSMI Sergai Langsung Juara Kejurprov Sumut U-17, Taklukkan Asahan 2-1 di Final

Baru Terbentuk, KSMI Sergai Langsung Juara Kejurprov Sumut U-17, Taklukkan Asahan 2-1 di Final

KSMI Sergai juara Kejurprov Sumut U-17 usai menaklukkan Asahan 2-1 di final, dengan torehan 18 gol sepanjang turnamen

Garuda di Ambang Sejarah! Indonesia Diprediksi Tekuk Thailand 2-1 di Final

Garuda di Ambang Sejarah! Indonesia Diprediksi Tekuk Thailand 2-1 di Final

Prediksi Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda diprediksi menang tipis 2-1 dan merebut trofi perdana.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer