Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

6 Konsep Parenting Denmark Dalam Membesarkan Anak Bermental Baja dan Bahagia

Redaksi • Minggu, 10 Agustus 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi keluarga bahagia (pikabay)
Ilustrasi keluarga bahagia (pikabay)

SUMUT POS - Menurut the world happiness worth negara Denmark adalah salah satu negara dengan indeks kebahagiaan yang sangat tinggi.

Bahkan kabarnya selama 40
tahun penduduk Denmark termasuk kategori orang paling bahagia di dunia.

Denmark dikenal sebagai negara paling bahagia di dunia karena dihuni oleh penduduknya yang merupakan orang-orang bahagia.

Sebagai negara paling bahagia di dunia, cara
parenting atau pola suh orang tua di Denmark menjadi salah satu faktor yang menghasilkan generasi penerus yaitu anak-anak yang tangguh dan bahagia.


Apa saja resep atau cara
parenting orang tua Denmark tertuang dalam buku The Danish Way of Parenting yang ditulis oleh Jessica Juli.

Jessica Juli adalah penulis berkebangsaan Amerika yang menikah dengan warga Denmark.

Lalu ia menuliskan pengalamannya soal pola asuh orang Demark dalam membesarkan
anak.

Dalam buku tersebut Jessica Juli menjelaskan bagaimana strategi orang Denmark menjadi negara paling bahagia di dunia, tips menjadi orang tua bahagia untuk anak
yang bahagia serta cara membesarkan anak yang tangguh dan bahagia.


Dilansir dari YouTube Bantu Bunda pola asuh orang tua Denmark
tak lepas dari pola PARENT yang merupakan singkatan dari

1.P = Play
Artinya bermain, menyenangkan , berada di luar karena saat anak-anak berada di luar rumah maka mereka kan mengeksplorasi banyak hal.

Saat berada di luar ruangan juga akan tercipta suasana akrab.

Sebaiknya orang tua pada saat seperti ini kalau bisa sebaiknya mematikan handphone, mematikan televisi.

Gunakan imajinasi anak-anak supaya
imajinasi mereka berkembang dengan menggunakan berbagai permainan seni yang membuat anak menjadi lebih kreatif.

Seninya juga tidak perlu mahal-mahal, cukup dengan
kertas, spidol atau pensil warna agar anak bisa corat-coret.

2. A= Authencity
Orang tua itu di Denmark itu memang sudah sedari dini mengajarkan anak-anaknya untuk jujur terhadap dirinya sendiri.

Dengan menerima dan merasakan setiap emosi yang
hadir dalam diri anak-anak tersebut maka anak- anak tersebut bisa jujur pada dirinya sendiri.

Prinsip ini juga ada tipsnya misalkan contohnya dengan berikan cerita.

Kalau anak menangis orang tua di sana tidak akan memarahi mereka.

Orang tua malah mendorong mereka untuk merasakannya agar anak-anak tersebut tahu akan apa itu perasaan dan emosi.

Pola asuh di Denmark orang tua lebih menekankan dan mengajarkan untuk anak menggali emosinya, mengenalinya dan jujur pada dirinya sendiri ada apa dengan dirinya.

Bahkan kabar yang beredar di Denmark itu film-film anak-anak itu enggak selalu happy ending.

Karena hidup nggak selalu happy ending karena anak-anak juga harus tahu,
bisa merasakan atau menghargai menerima kesedihan karena hidup memang tidak selalu mulus.

3. R= Reframing
Orang tua mengajarkan anak dan mendidik anak mereka melihat semua hal dari segala sisi.

Misalnya kalau kita mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, anak-anak juga
harus kita ajak untuk melihat hal positif apa yang ada dibalik kejadian tersebut dan pelajaran apa yang bisa kita tangkap.

Baca Juga: Jangan Biarkan Semangat Lesu, Berikut 8 Makanan Yang Mengandung Hormon Bahagia

Hal ini membuat anak menjadi lebih tangguh
membentuk karakter anak menjadi jauh lebih siap dalam menjalani realita di dunia ini.

4.E= Emphaty
Empati dibutuhkan untuk membentuk karakter anak menjadi sosok yang lebih peduli terhadap orang lain tanpa berusaha untuk menghakimi.

Sebisa mungkin orang tua di Denmark
berusaha untuk tidak menghakimi hal apapun yang terjadi terhadap anak mereka ataupun anak orang lain.

Sehingga tidak heran kalau orang-orang Denmark ini mempunyai
empati yang tinggi karena memang telah diajarkan sejak masih dini atau sejak masih kecil.

Hal ini yang penting karena kadang kebiasaan orangtua kalau melihat sesuatu
yang kurang peristiwa kadang kita selalu dengan mudah menghakimi.

5.N = No Ultimatum
Bagaimana menjadi orangtua yang sama sekali tidak memberikan ancaman kepada anak-anaknya.

Alih-alih mengancam orang tua di Denmark justru malah mengajak anak untuk
bekerjasama dalam aturan-aturan yang sudah disepakati sebelumnya.

6.T = Togetherness
Artinya kebersamaan misalnya makan malam keluarga, lesehan bareng-bareng sambil ngobrol, sambil ngobrol-ngobrol Di kamar bareng-bareng.

Kebersamaan tidak harus jalan-jalan keluar kota. Tidak yang harus mewah-mewahan. Tapi kita gunakan kualitas kebersamaan, kumpul sebisa mungkin dengan tidak menggunakan handphone.

Saat kebersamaan tidak pegang handphone dan mendengarkan anak bercerita.

Karena kalau kita pegang handphone hal itu akan membuat anak merasa kurang happy dan kurang diperhatikan. (sit)

Editor : Redaksi
#anak #negara paling bahagia di dunia #denmark #bahagia #parenting