Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TASPEN Ajak Mahasiswa USU Siapkan Keuangan Sejak Muda

T
Penulis: Triadi Wibowo❯
Direktur Operasional PT TASPEN (Persero), Tribuna Phitra Djaja bersama jajajaran USU, narasumber, dan peserta TASPEN Goes to Campus di Auditorium USU.
Direktur Operasional PT TASPEN (Persero), Tribuna Phitra Djaja bersama jajajaran USU, narasumber, dan peserta TASPEN Goes to Campus di Auditorium USU.

Advertisement

 

MEDAN, SUMUT POS - Ratusan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) mengikuti TASPEN Goes to Campus - USU 2026 di Auditorium USU, Medan, Rabu (16/9/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi ajang edukasi literasi keuangan sekaligus mendorong generasi muda mulai mempersiapkan masa depan dan dana pensiun sejak dini.

Advertisement

Kegiatan yang dikemas interaktif itu menghadirkan jajaran pimpinan PT TASPEN (Persero), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara, serta perencana keuangan nasional. Edukasi yang diberikan mencakup pengelolaan pendapatan, investasi, pengendalian pengeluaran hingga persiapan menghadapi masa pensiun.

CEO dan Lead Financial Trainer QM Financial, Ligwina Hananto, mengingatkan mahasiswa agar tidak menunggu memasuki usia tua untuk mulai mengatur keuangan. Menurutnya, kebiasaan menyisihkan penghasilan harus dibangun sejak seseorang mulai memperoleh pendapatan.

Direktur Operasional PT TASPEN (Persero), Tribuna Phitra Djaja bersama jajajaran USU dan narasumber TASPEN Goes to Campus di Auditorium USU.
Direktur Operasional PT TASPEN (Persero), Tribuna Phitra Djaja bersama jajajaran USU dan narasumber TASPEN Goes to Campus di Auditorium USU.

Advertisement

 

Ligwina membagikan rumus sederhana dalam mengelola keuangan. Sedikitnya 10 persen penghasilan dapat dialokasikan untuk tabungan dan investasi, sementara pengeluaran gaya hidup seperti hiburan, makan di luar, ngopi, jalan-jalan dan hobi dibatasi sekitar 20 persen.

Sedangkan cicilan, menurutnya, sebaiknya tidak lebih dari 30 persen penghasilan. Sisa pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Penghasilan harus selalu lebih besar dibandingkan pengeluaran. Harus surplus, tidak boleh defisit,” kata Ligwina.

Ia menegaskan, persentase tersebut bukan angka mutlak karena kondisi penghasilan dan kebutuhan setiap orang berbeda. Namun, prinsip menyisihkan penghasilan secara rutin harus mulai dibangun.

“Rata-rata saya ketemu orang nabung itu lima sampai 10 persen. Kenapa? Karena hidup itu nggak gampang, banyak pengeluarannya. Tapi mari bertarget, bisa nggak selalu menyisihkan, menabung lima sampai 10 persen paling sedikit,” ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

RSI - USU Dorong Penguatan Kelembagaan Petani Sawit

RSI - USU Dorong Penguatan Kelembagaan Petani Sawit

Rumah sawit indonesia tegaskan.butuh kemitraan antara perusahaan dengan petani sawit agar terjalin perekonomian yang mandiri.

DPM Goes to Campus, 160 Mahasiswa USU Dalami Tambang Bawah Tanah

DPM Goes to Campus, 160 Mahasiswa USU Dalami Tambang Bawah Tanah

PT DPM menggelar DPM Goes to Campus di USU untuk mengedukasi 160 mahasiswa terkait praktik tambang bawah tanah yang bertanggung jawab.

Fraksi PDIP DPRD SU Desak Polres Karo Gerak Cepat Usut Keracunan MBG

Fraksi PDIP DPRD SU Desak Polres Karo Gerak Cepat Usut Keracunan MBG

Anggota dprd sumut Delpin Barus mendesak Polres Karo segera mengusut dugaan keracunan mbg di Karo. Karena banyak yang jadi korban.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer