Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

UIN Sumut Tambah Sembilan Guru Besar, Perguruan Tinggi Diharap Bisa Menjawab Persoalan Masyarakat

Johan Panjaitan • Jumat, 23 Mei 2025 | 08:10 WIB
GURU BESAR: Prof Dr Nurhayati MAg bersama senat dan guru besar baru UIN Sumatera Utara. ((DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)
GURU BESAR: Prof Dr Nurhayati MAg bersama senat dan guru besar baru UIN Sumatera Utara. ((DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)

MEDAN, sumutpos.Jawapos.com-Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menambah sembilan guru besar baru, Kamis (22/5). Prof Dr Ir M Idris MP yang menerima surat keputusan dari menteri Dikti Ristek menyampaikan orasi berjudul: Dampak Erosi Akibat Penggunaan Lahan dan Solusi Pengelolaannya untuk Pertanian Berkelanjutan.

Sedangkan delapan guru besar UIN Sumatera Utara lainnya menerima surat keputusan dari menteri agama. Yakni Prof Dr Chuzaimah Batubara MA dengan orasi berjudul: Tantangan Gharar (Ketidakpastian) dalam Transaksi Perdagangan Sosial dan Prof Dr Muhammad Habibi Siregar MAg dengan orasi berjudul: Ilmu Tasyri' (Ilmu Legislasi Berbasis Nash).

Prof Dr Nispul Khoiri MAg dengan orasi berjudul: Maqashid Syariah: Metode Ijtihad Prioritas dalam Pembentukan dan Pembangunan Hukum Islam, Prof Dr Salim MPd dengan orasi berjudul: Dampak Blended Learning Terhadap Pembentukan Karakter Siswa dalam Pendidikan Agama Islam dan ⁠Prof Dr Ali Imran Sinaga MAg dengan orasi berjudul: Fikih Antrian: Aturan Fiqih Klasik yang Dimodernisasi.

Prof Dr Muhammad Faisal Hamdani MAg dengan orasi berjudul: Fiqih Kontemporer (Urgensi dan Solusi Hukum Islam), Prof Dr Saparuddin MAg dengan orasi berjudul: Wakaf Uang sebagai Infrastruktur Ekosistem Keuangan Syairah yang Inklusif dan Berkelanjutan dan Prof Dr Sukiati MA dengan orasi berjudul: Pendekatan Hakim Pengadilan Agama di Indonesia dalam Menyelesaikan Sengketa Harta Bersama.

Suasana hari menyelimuti acara pengukuhan guru besar. Sebab Prof Dr Hafsah MA seyogianya ikut dikukuhkan sebagai guru besar. Namun, Prof Dr Hafsah MA wafat beberapa hari sebelum acara. Tanda guru besar pun diserahkan pada keluarga almarhumah.

"Seharusnya pada tahun 2025, kita mendapatkan tambahan 10 guru besar. Allah memanggil satu guru besar kita Prof Dr Hafsah MA beberapa waktu yang lalu," kata Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Nurhayati MAg, Kamis (22/5).

Hal ini disampaikan rektor pada acara pengukuhan guru besar di Gelanggang Mahasiswa UIN Sumatera Utara. Hadir dalam acara ini ketua san anggota senat, dosen dan pegawai UIN Sumatera Utara serta keluarga para guru besar.

Turut hadir tokoh agama KH Zulfikar Hajar Lc, Prof Hj Sri Sulistyawati MSi (guru besar Unpri), Prof Dr Rafiqi Tantawi MS (guru besar UMA), Prof Dr Mhd Bukhari Sibuea MSi (guru besar UMSU), Prof Dr Risnawaty MHum (guru besar UMN Al-Washliyah), Dr H Ali Mukti Tanjung MM (rektor UPMI), Ir H Soekirman (mantan bupati Serdangbedagai) dan undangan lainnya.

Rektor mengungkapkan bahwa selama dua tahun memimpin UIN Sumatera Utara sudah tiga kali melaksanakan pengukuhan guru besar. Pada 11-12 Desember 2023, mengukuhkan 20 guru besar. Pada 15 Mei 2024 mengukuhkan empat guru besar dan saat ini mengukuhkan sembilan guru besar.

"Ada konsistensi UIN Sumatera Utara untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas guru besar. Jika kita merujuk ke belakang, Sampai tahun tahun 2022, jumlah guru besar kita 26 orang. Namun dalam dua tahun terakhir, kita berhasil menambah 34 guru besar. Sebuah pencapaian terbesar sepanjang Sejarah UIN Sumatera Utara," katanya.

Saat ini, menurut Prof Dr Nurhayati MAg, guru besar aktif ada 58 orang. Menurut data Kepegawaian dan SDM, sampai periode Mei 2025, terdapat 10 calon guru besar yang sedang berproses baik di Kementerian Ristek-Dikti ataupun di Kementerian Agama.

Kehadiran guru besar baru adalah isyarat yang paling nyata dan kuat bahwa sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), lanjut rektor, UIN Sumatera Utara terus menerus dan tanpa henti melahirkan dan memproduksi karya ilmiah bermutu yang berguna bagi bangsa dan dan agama.

"Senatiasa dituntut seperti melahirkan alumni yang handal, berintegritas dan memiliki daya saing. Artikel dan buku ilmiah yang dibutuhkan dan dibaca dunia. "Sumber daya manusia yang professional. Dosen dan guru besar yang berkualitas dan menjalankan tridharma perguruan tinggi," urainya.

Rektor menambahkan bahwa perguruan tinggi mampu menciptakan teknologi sederhana yang dibutuhkan oleh masyarakat. "Perguruan tinggi tetap diharapkan bisa menjawab berbagai persoalan masyarakat," ungkap Prof Dr Nurhayati MAg. (dmp/han)

Editor : Johan Panjaitan
#UIN Sumatera Utara #pengukuhan #guru besar